Friday, October 9, 2015

Tentang Sesuatu yang Tidak Terlalu Sesuatu

Maaf untuk judul yang membingungkan tapi mari kita mulai post ini dengan ucapan selamat kepada salah seorang kerabat dekat tercinta seantero jagad raya, Indah Larasati Sugiharto. Selamat makin tua, Indah! Semoga hari-harimu semakin penuh dengan kebaikan. Selamat juga karena kamu sudah menjadi tante berkeponakan dua! Senangnya! Jangan lupa ajarin keponakanmu main catur supaya... ya nggak ada tujuannya sih tapi apa salahnya belajar main catur? Sekali lagi, selamat menuju tanda-tanda penuaan dini, Indah! Aku sayang kamuuuh [kiss]

Anyway, hari ini gue nggak berniat untuk menulis sesuatu yang bertema karena jujur aja tenaga gue terkuras habis setelah nulis Cerita Malang. Hahaha lebay emang tapi ya gitulah. Padahal mah emang lagi males nge-post aja, pake segala alasan tenaga habis. Tapi malam ini akhirnya gue memutuskan untuk menyempatkan diri duduk di depan laptop dan tidak menghiraukan panggilan gaib dari kasur tersayang.

Duh kenapa sih elah.

So semester 3 going quite good but not really good at all. Gue pengen mengeluhkan dosen-dosen di semester ini tapi yang ada gue jadi nggak lancar kuliah. Karena gue memegang perkataan guru bimbel SMP gue yang bilang kalau sekalinya kita nggak suka sama satu guru, bakalan susah masuk ilmu yang dikasih. Sempet kejadian sama gue waktu dulu pelajaran Kimia. Gue akui guru Kimia gue cerdas, tapi di sisi lain gue nggak bisa cocok sama dia sementara satu kelas seneng sama dia. Akhirnya gue ngos-ngosan ngejar pelajaran dia dan berakhir dengan nilai UN Kimia 6,3. Fuck yea.

Tapi tenang, no hurt feeling di antara kita. Salam metal, Pak.

Semester 3 mungkin akan lebih melelahkan dari semester sebelumnya karena ya namanya juga hidup, kalau nggak makin susah ya bukan hidup. Setidaknya kita masih bisa berdoa untuk diberi kemudahan dalam menjalani hari-hari yang penuh kejutan. Hwanjay. Udah ah, malah jadi nggak jelas gini. Mari berdoa semoga besok kita bisa menjalani hari tanpa banyak mengeluh. Salam super!

No comments

Post a Comment

© based on a true story.
Maira Gall