Sunday, September 11, 2016

Atas Kurma (Updates)

Hai.

Umm... Jadi gini. Liburan semester gue (akhirnya) officially berakhir. Rabu nanti gue udah mulai kuliah seperti biasa. Semester lima cuy. Nggak nyangka udah dua tahun lebih mendekam di kampus asoy itu. Anyway, dari terakhir kali gue nulis, sekitar sebulan yang lalu mungkin, ada banyak updates (cih) kehidupan yang belum sempat gue ceritain di sini. Ya karena beberapa di antaranya rada nggak penting juga sih. Ada liburan gue ke Bandung selama lima hari, penjurusan sastra atau linguistik, menyadari bahwa semester lima akan lebih berat dari semester empat bukan karena angka 5 lebih banyak dari angka 4, event jurusan yang mesti segera diurusi karena udah keburu dicecer sama Senior yang Satu Itu, nemu video WTF Indonesia yang gue dan anak-anak suka karena kontennya masuk akal dan nggak cuma 'Yo watsap bro', dan... kurang lebih itu doang. Sisanya ya kehidupan sehari-hari seperti biasa. Sebenarnya ada beberapa yang nggak gue tulis karena bersifat terlalu pribadi. Meskipun gue tau ini adalah personal blog milik gue dan sangatlah wajar untuk gue mengumbar hal-hal pribadi yang gue ingin ceritakan, tapi karena WTF Indonesia itu, gue jadi sadar betapa pentingnya konten yang kita buat sebagai pekerja industri kreatif khususnya di internet.

Anjing berat.

Eh, itu bukan cursing lho. Anjing emang berat kan badannya?

Intinya, gue bersyukur karena sampai detik ini gue dikelilingi oleh orang-orang pintar, cerdas, dan centil. Nggak deng. Pokoknya orang-orang yang masih bisa berpikir masuk akal dan logis. Nggak kayak sekarang, mau tua mau muda semuanya secara sadar memerlihatkan kebodohan mereka di depan publik. Kenapa gue juga sebut yang tua? Hm hm hm. Ada lah cerita "lucu" gitu tentang bapak-bapak.

Mungkin mereka nggak bodoh. Atau, jelas mereka nggak bodoh. Cara penggunaan otaknya aja kali ya yang beda. Ibarat kata orang normal megang pisau yang dipegang gagang kayunya kalau mereka bukan kayu atau pisau tajemnya, tapi malah megang centong. Iya, saking bedanya otaknya bekerja jadi kayak gitu.

Entah kenapa itu lucu di otak gue. Receh emang.

Udah ah. Entar jadi ikutan bego lagi.

No comments

Post a Comment

© based on a true story.
Maira Gall