| minus Juragan Daging. |
Pictures
Showing posts with label Pictures. Show all posts
Sunday, September 27, 2015
Cerita Malang: It's Just the Beginning
Ayo kita sistem kebut semalaaam!!!
Sampai mana kita? Oh iya, Bromo. Hm. Jadi kangen Bromo. Kangen angin paginya yang nampar banget kayak abis ditampar sama sahabat sendiri huhuhu. Pulang dari Bromo JELAS kita capek banget dan langsung mengistirahatkan tubuh dan pikiran kita sambil nggak berhenti ngomongin semua kejadian kemarin.
Sorenya, kita hubungin penyewaan mobil dan dapet satu mobil plus driver. Nah. Nah ini. Ini nih...
Sunday, September 20, 2015
Cerita Malang: Bromo Poenya Tjerita
Hari pertama nyampe penginapan kita langsung nelepon kenalan temennya Tya yang punya penyewaan jeep. Setelah tanya sana-sini, nego harga juga, akhirnya sepakat tanggal 28 dini hari dijemput di penginapan. Pulang dari Jatim Park, beli camilan dan tolak angin (untuk menolak angin) dan air minum, terus langsung istirahat. Lumayan bisa tidur sekitar satu jam sebelum siap-siap berangkat tengah malem nanti.
"Happy birthday, Tya!"
Tanggal 28 pas banget ulang tahun Tya yang ke-** (dirahasiakan). Setelah salam-salaman kayak ibu-ibu pengajian, akhirnya kita bersiap berangkat dan udah dijemput sama Mas Irfan naik mobil avanza.
Awalnya di mobil rada hening gitu. Jalanan di luar juga sepi, cuma ada beberapa mobil dan truk. Akhirnya Mas Irfan memecah suasana dan kita mulai ngobrol-ngobrol. Menurut gue, supir yang berpengalaman adalah supir yang bawa mobilnya enak dan bisa membuka topik pembicaraan. Nggak kayak... ah, itu cerita nanti. Pokoknya kita ngobrol banyak sama Mas Irfan. Diceritain tentang Malang, dikasih jokes yang sebenernya nggak lucu-lucu amat tapi karena udah tengah malem apapun bisa terima. Mendekati setengah perjalanan mulai agak hening karena mungkin pada masih ngantuk juga. Gue melek terus dan ngeliatin jalanan yang sepiii banget. Ratih di depan juga nggak tidur. Ternyata dia mabok. Hkhkhk.
"Happy birthday, Tya!"
Tanggal 28 pas banget ulang tahun Tya yang ke-** (dirahasiakan). Setelah salam-salaman kayak ibu-ibu pengajian, akhirnya kita bersiap berangkat dan udah dijemput sama Mas Irfan naik mobil avanza.
Awalnya di mobil rada hening gitu. Jalanan di luar juga sepi, cuma ada beberapa mobil dan truk. Akhirnya Mas Irfan memecah suasana dan kita mulai ngobrol-ngobrol. Menurut gue, supir yang berpengalaman adalah supir yang bawa mobilnya enak dan bisa membuka topik pembicaraan. Nggak kayak... ah, itu cerita nanti. Pokoknya kita ngobrol banyak sama Mas Irfan. Diceritain tentang Malang, dikasih jokes yang sebenernya nggak lucu-lucu amat tapi karena udah tengah malem apapun bisa terima. Mendekati setengah perjalanan mulai agak hening karena mungkin pada masih ngantuk juga. Gue melek terus dan ngeliatin jalanan yang sepiii banget. Ratih di depan juga nggak tidur. Ternyata dia mabok. Hkhkhk.
Cerita Malang: Ditulis di Kereta Sepulang Kuliah
Ingat, don't judge the book by its cover. Atau dalam kasus ini, don't judge the post by its title. Berhubung gue bingung mau menjuduli post ini dengan apa, dan berhubung paragraf-paragraf awal post ini gue tulis di kereta abis pulang kuliah sambil nahan-nahan mata yang udah sepet banget pengen bobok tapi akhirnya di rumah malah buka laptop dan langsung melek lagi, maka gue pilihlah judul di atas.
So,
hari selanjutnya kita berencana untuk menjelajah tempat wisata di Batu lagi, yaitu Jatim Park dan Museum Angkut. Bangun pagi dengan segar bugar sehat wal afiat dan kebingungan mau nyarap apa. Gue yang dari awal dateng mengharapkan semangkok bubur ayam pake bubur dan ayam (MASA SIH MZ) ikut bingung juga. Karena nggak tau (atau lebih tepatnya males nyari) ada makanan apaan aja di luar gang pengingapan, akhirnya kita memutuskan untuk delivery restoran yang udah kerja sama sama homestay kita. Kenapa akhirnya kita pesen itu karena malam sebelumnya kita pesen itu dan wuenak tenan. Ndak tau ya apa itu karena laper atau emang beneran enak. Tapi emang enak sih. Waktu itu gue mesen nasi goreng dan ternyata porsinya lumayan dan wuenak tenan yo rek rek ayo rek kita nonton ondel-ondel yo~
Akan tetapi, pas besok paginya kita mesen lagi, makanannya kurang menggairahkan. Gue rada aneh juga sih kenapa pagi-pagi mesen kare ayam padahal perut gue ini kan perut melankolis (?) Terus sempet bingung juga sama pesenannya Tya soto ayam karena bentuknya hampir sama. Yang lain juga pada bilang makanannya kurang greget, ndak kayak semalem. Tapi daripada jalan-jalan dengan perut (dan hati) yang kosong, mending ganjal-ganjal saja dulu. Abis itu kita langsung siap-siap dan berangkat ke Jatim Park.
Dan perutku atit cekit-cekit.
So,
hari selanjutnya kita berencana untuk menjelajah tempat wisata di Batu lagi, yaitu Jatim Park dan Museum Angkut. Bangun pagi dengan segar bugar sehat wal afiat dan kebingungan mau nyarap apa. Gue yang dari awal dateng mengharapkan semangkok bubur ayam pake bubur dan ayam (MASA SIH MZ) ikut bingung juga. Karena nggak tau (atau lebih tepatnya males nyari) ada makanan apaan aja di luar gang pengingapan, akhirnya kita memutuskan untuk delivery restoran yang udah kerja sama sama homestay kita. Kenapa akhirnya kita pesen itu karena malam sebelumnya kita pesen itu dan wuenak tenan. Ndak tau ya apa itu karena laper atau emang beneran enak. Tapi emang enak sih. Waktu itu gue mesen nasi goreng dan ternyata porsinya lumayan dan wuenak tenan yo rek rek ayo rek kita nonton ondel-ondel yo~
Akan tetapi, pas besok paginya kita mesen lagi, makanannya kurang menggairahkan. Gue rada aneh juga sih kenapa pagi-pagi mesen kare ayam padahal perut gue ini kan perut melankolis (?) Terus sempet bingung juga sama pesenannya Tya soto ayam karena bentuknya hampir sama. Yang lain juga pada bilang makanannya kurang greget, ndak kayak semalem. Tapi daripada jalan-jalan dengan perut (dan hati) yang kosong, mending ganjal-ganjal saja dulu. Abis itu kita langsung siap-siap dan berangkat ke Jatim Park.
Dan perutku atit cekit-cekit.
Friday, September 11, 2015
Cerita Malang: Spectacular Night
Dan akhirnya kita pun tiba di stasiun Malang Kota Baru.
Turun di stasiun, gue langsung melihat pemandangan anak-anak muda backpackers dijemput sama temen-temen mereka. Huh. Kita apa? Disambut sama supir angkot doang :( Tapi tidak apa. Kita langsung nyari kendaraan buat ke penginapan di daerah Batu, dan dapetlah sebuah angkot charter (bener nggak sih tulisannya?) seharga 125k.
Sampai di penginapan kita langsung leha-leha. Setelah beberes badan dan barang bawaan, semua langsung tepar kayak pepes. Kami lelah sekali hari itu. Hidup sudah melelahkan ditambah perjalanan panjang untuk sampai ke sini. Aku jadi terharu baca tulisanku sendiri :')
Abis Maghrib sekitar jam tujuh, kita jalan keluar ke tempat wisata yang terdekat dengan penginapan kita: Batu Night Spectacular. Dengan semangat dan segar bugar, kita jalan kaki nanjak (karena penginapannya masuk gang turunan gitu. Lumayan beberapa hari di sana jalan kaki naik-turun terus). Lokasinya emang deket banget. Dari depan gang cuma sekitar lima menit jalan kaki. Pas sampe di depan pintu masuk, kita kegirangan gituuu. Nggak deng, gue doang yang girang. Yang lain gimmick doang. Enaknya lagi, waktu itu lagi hari biasa, jadi tempatnya nggak terlalu rame. Sik asik.
Turun di stasiun, gue langsung melihat pemandangan anak-anak muda backpackers dijemput sama temen-temen mereka. Huh. Kita apa? Disambut sama supir angkot doang :( Tapi tidak apa. Kita langsung nyari kendaraan buat ke penginapan di daerah Batu, dan dapetlah sebuah angkot charter (bener nggak sih tulisannya?) seharga 125k.
Sampai di penginapan kita langsung leha-leha. Setelah beberes badan dan barang bawaan, semua langsung tepar kayak pepes. Kami lelah sekali hari itu. Hidup sudah melelahkan ditambah perjalanan panjang untuk sampai ke sini. Aku jadi terharu baca tulisanku sendiri :')
Abis Maghrib sekitar jam tujuh, kita jalan keluar ke tempat wisata yang terdekat dengan penginapan kita: Batu Night Spectacular. Dengan semangat dan segar bugar, kita jalan kaki nanjak (karena penginapannya masuk gang turunan gitu. Lumayan beberapa hari di sana jalan kaki naik-turun terus). Lokasinya emang deket banget. Dari depan gang cuma sekitar lima menit jalan kaki. Pas sampe di depan pintu masuk, kita kegirangan gituuu. Nggak deng, gue doang yang girang. Yang lain gimmick doang. Enaknya lagi, waktu itu lagi hari biasa, jadi tempatnya nggak terlalu rame. Sik asik.
| The gaes. |
Saturday, April 4, 2015
Pancarkan Gunungmu
Ya, gue tau judulnya agak kurang jenius dan mengandung unsur keambiguan yang... Oke, gue doang mungkin yang mikir kalau itu kalimat ambigu. Anyway, saking getolnya milah-milah foto, gue hampir lupa mosting di sini. Untung inget. Coba kalau nggak. Pasti lupa.
Kocak yeuh.
Another trip with freundin yay! Kali ini gue ditemani dua orang rekan gue, Nadhira dan Dhila. Iya, Nadhira ngikut mulu kek anak bebek nyari jodoh. Seperti yang pernah gue sebutkan di postingan yang lalu, gue dan teman-teman berencana untuk pergi ke suatu tempat yang tenang, banyak pohonnya, bagus buat foto, dan mainstream. Ya, mainstream. Karena udah banyak banget anak muda-anak muda masa kini yang pergi ke sana, entah untuk beneran refreshing, atau untuk foto-foto doang.
Kayak kita.
Saturday, January 31, 2015
A Hot and Cheap Trip
Di mana lagi kalau bukan di Kota, tempatnya muda-mudi nongkrong sambil makan es potong dan naik sepeda ontel. Pertama kali gue ke sana kalau nggak salah bareng temen SMP. Terus sama keluarga. Terus sama temen SMA. Terus sama keluarga lagi. Dan sekarang sama temen baru alias temen kampus,
yang ternyata belum pernah ke museum.
Gue ketawa pas denger pengakuan Nadhira. Jadi begini awal ceritanya. Gue dan beberapa teman lainnya udah merencanakan perjalanan ke sebuah daerah yang banyak pohonnya. Karena masalah transportasi, akhirnya diundur jadi minggu depan. Jujur gue pribadi udah ngebet banget pengen jalan, pengen hunting foto juga. Yaudah, karena nggak jadi, gue iseng ajak Nadhira jalan. Pas ngajak pun gue sempet ragu, pertama takut hujan dan kedua gue punya sugesti di mana kalau gue yang ngajakkin jalan, atau gue yang nentuin tempatnya, itu pasti bakalan ada yang salah--entah nggak jadi atau perjalanannya berakhir dengan cekcok. Tapi Alhamdulillah kami berdua berhasil mencapai kata mufakat dan dia langsung nyamber minta diajak ke Kota Tua. Yawis, sebagai teman yang budiman, kuajaklah di ke sana naik transjakarta.
Sebenernya ada satu problem lagi buat gue pribadi: gue nggak pernah bisa foto indoor. Bisa sih, cuma kebanyakan hasilnya jadi burem dan gue langsung mengutuk museum yang penerangannya minim banget (ya nggak sepenuhnya salah museum juga sih. Lagipula museum itu kan tempat buat melihat, meresapi, mempelajari benda-benda bersejarah, bukan buat foto-foto. Yaudah jadinya salah aku ya, iya deh salah aku.) Mungkin ini bisa jadi salah satu alasan kenapa gue pengen buru-buru jalan ke luar, karena gue lebih suka foto outdoor. Yah aku sih anaknya alam banget yah.
However, gue masih bisa menghasilkan beberapa foto yang... yah lumayanlah buat ngisi-ngisi blog yang akhir-akhir ini sepi dan jarang ada gambar-gambar. Walaupun dengan sedikit retouch di sana-sini sih (sumpeh, beneran, cuma sedikit).
Sekian laporan perjalanan gue dan Nadhira. Sayang museumnya lagi banyak yang direnovasi. Kita aja nggak masuk ke Museum Fatahillah karena ternyata lagi ada perbaikan. Sebagai penutup, izinkan gue mempersembahkan foto paling menggelikan yang gue sendiri nggak kuat ngeliatnya:
yang ternyata belum pernah ke museum.
Gue ketawa pas denger pengakuan Nadhira. Jadi begini awal ceritanya. Gue dan beberapa teman lainnya udah merencanakan perjalanan ke sebuah daerah yang banyak pohonnya. Karena masalah transportasi, akhirnya diundur jadi minggu depan. Jujur gue pribadi udah ngebet banget pengen jalan, pengen hunting foto juga. Yaudah, karena nggak jadi, gue iseng ajak Nadhira jalan. Pas ngajak pun gue sempet ragu, pertama takut hujan dan kedua gue punya sugesti di mana kalau gue yang ngajakkin jalan, atau gue yang nentuin tempatnya, itu pasti bakalan ada yang salah--entah nggak jadi atau perjalanannya berakhir dengan cekcok. Tapi Alhamdulillah kami berdua berhasil mencapai kata mufakat dan dia langsung nyamber minta diajak ke Kota Tua. Yawis, sebagai teman yang budiman, kuajaklah di ke sana naik transjakarta.
Sebenernya ada satu problem lagi buat gue pribadi: gue nggak pernah bisa foto indoor. Bisa sih, cuma kebanyakan hasilnya jadi burem dan gue langsung mengutuk museum yang penerangannya minim banget (ya nggak sepenuhnya salah museum juga sih. Lagipula museum itu kan tempat buat melihat, meresapi, mempelajari benda-benda bersejarah, bukan buat foto-foto. Yaudah jadinya salah aku ya, iya deh salah aku.) Mungkin ini bisa jadi salah satu alasan kenapa gue pengen buru-buru jalan ke luar, karena gue lebih suka foto outdoor. Yah aku sih anaknya alam banget yah.
| "A'a, sini atuh duduk sama sayah." |
| Fakir Wi-Fi. |
| Kalau aku sih biar muka jelek yang penting bisa muter-muterin tempat bikin tanah liat. |
| Refleksi diri. |
| KA ME HA ME HA!!! |
| Adalah sebuah keharusan bagi saya, Nadia Adella, untuk memotret benda yang satu ini. |
Sekian laporan perjalanan gue dan Nadhira. Sayang museumnya lagi banyak yang direnovasi. Kita aja nggak masuk ke Museum Fatahillah karena ternyata lagi ada perbaikan. Sebagai penutup, izinkan gue mempersembahkan foto paling menggelikan yang gue sendiri nggak kuat ngeliatnya:
| Caption 1: Di-edit ala-ala foto jamuran. | Caption 2: Kebelet pipis, mb? | Caption 3: Kalau belagu, muke lu jauh! |
Thursday, August 8, 2013
3 Menit Sebelum Lebaran
Oke. Mumpung masih malam takbiran, berarti tadi masih puasa kan? Berarti masih ada roman-roman bukber kan? Ya, jadi gue mau nge-post tentang bukber IPA 3 beberapa hari yang lalu. Sebenernya gue males sih. Tapi apadaya. Demi menutupi postingan-postingan gue yang makin hari makin suram aja, jadi gue nulis tentang ini aja.
Well, seperti bukber pada umumnya, kita buka puasa bareng. Ya barengan gitu. Elah. Udah biasa sih. Terus kita makan bersama di rumah Ratri setelah sore sebelumnya bikin-bikin es buah dulu. Terus... shalat Isya dan tarawih bareng, abis itu ya biasa, sesi foto-foto.
Ya the photos mostly using B/W effect because I can't take a night photograph. Sepertinya harus lebih banyak belajar lagi. Hupt...
Sudah cukup? Sudah ya. Maaf kalau postingan-nya (lagi-lagi) kurang bermutu. Maaf juga kalau tulisannya rada jutek, lagi kesel. Yaa yaaudahlahyaa. Besok lebaran ini sih. Ya terus kenapa kalau lebaran? Sama aja kayak tahun-tahun kemarin. Jagain komplek lagi, jagain komplek lagi. Huft. Well, selamat lebaran! Abis lebaran jangan lupa nimbang berat badan ya. Ya buat jaga-jaga aja...
Well, seperti bukber pada umumnya, kita buka puasa bareng. Ya barengan gitu. Elah. Udah biasa sih. Terus kita makan bersama di rumah Ratri setelah sore sebelumnya bikin-bikin es buah dulu. Terus... shalat Isya dan tarawih bareng, abis itu ya biasa, sesi foto-foto.
| Getting ready. |
| Dateng-dateng sok manis bet. |
| Imam dengan senyum-yang-kata-adek-kelas-kayak-senyum-terpaksa. |
| U-u-u-u-uaaang~ |
| Ini Mahmud bukannya mau makan risol ya, tapi dia menggunakan risol sebagai pengganti microphone. Hebat. |
| Adeknya Ratri, Aziz (nggak tau tulisannya gimana ._.) |
| Adeknya Ratri, Iqi. |
| Duo... ya duo deh pokoknya. |
| I introduced Eki Style to them. |
| Adit acin sekali. Muklis mesum sekali. |
| Imam lagi galau-galauan. Meluk tas gue lagi. Hah. |
| Ajeng nggak punya siapa-siapa buat dipeluk, akhirnya meluk tembok. Tika merasa kasian pada Ajeng, akhirnya meluk Ajeng. |
| Me hate foto bersama. Muka gue nggak pernah bener -__- |
Ya the photos mostly using B/W effect because I can't take a night photograph. Sepertinya harus lebih banyak belajar lagi. Hupt...
Sudah cukup? Sudah ya. Maaf kalau postingan-nya (lagi-lagi) kurang bermutu. Maaf juga kalau tulisannya rada jutek, lagi kesel. Yaa yaaudahlahyaa. Besok lebaran ini sih. Ya terus kenapa kalau lebaran? Sama aja kayak tahun-tahun kemarin. Jagain komplek lagi, jagain komplek lagi. Huft. Well, selamat lebaran! Abis lebaran jangan lupa nimbang berat badan ya. Ya buat jaga-jaga aja...
Wednesday, June 5, 2013
Three Actors, Two Words, and One Festival
Kalian tau nggak ini hari apa? Iya, ini hari Rabu. Dan gue lagi UAS atau istilah 2013-nya UKK. Tadi gue ulangan Fisika sama TIK. Ya begitu deh. Namanya juga Fisika, soalnya begitu semua. Ada angkanya, ada hurufnya, ada macem-macem deh pokoknya. #apasih
Jadi gue udah niat mosting ini dari... entah dari kapan. Pokoknya gue baru inget gue nggak punya pulsa modem dan itu miris banget men rasanya. Lo udah punya susunan tulisan yang bakal lo posting dan ternyata modem lo abis. Hhh... Yaudahlahya namanya juga hidup. Ada aja yang mesti ditunda, termasuk hati *ups kecelup*
Yaa berhubung akhir-akhir ini blog gue suram banget isinya, jadi hari ini gue akan menceriakan kembali blog gue walaupun penulisnya masih belum bisa ceria sepenuhnya *ups kecelup lagi*
#Ennichisai2013!
Dari namanya aja udah ketauan ya itu acaranya orang Jepang. Iya, jadi 2 minggu yang lalu, tepatnya tanggal 26, hari Minggu, gue ngikut Indah ke festival Jepang gitu atau namanya Little Tokyo di daerah Blok M. Yah jadi minggu itu minggu-minggu yang cukup berat yah saudara-saudara dan gue sangat butuh refreshing. Akhirnya gue mau ikut Indah dengan niat mau foto-foto aja.
Karena gue dari Cipondoh sendirian, gue memutuskan buat nyari temen. Akhirnya nggak jauh-jauh gue ngajak Rafi. Jadilah gue, Indah, Rafi, dan kak Martin (temennya Indah) berangkat ke Blok M naik metro mini yang abang kernetnya galak bet galak -__-
Nyampe di sana jam 11. Hoah udah lumayan rame gitu deh. Berhubung kak Martin ikut cosplay, jadi dia bergabung dengan temen-temen cosplay-nya dan mulai dandan. Tinggallah kita bertiga. Berhubung yang tau festival ini cuma Indah, jadinya gue suruh dia jadi guide kita. "Kita berdua ceritanya turis, Ndah. Dan lo harus mandu kita!" Begitulah. Dan kita pun keliling-keliling Blok M yang suasananya udah kayak di Jepang....... oke nggak juga sih. Menurut gue itu lebih mirip Pasar Baru cuma yang jualan orang-orang Jepang.
Di sana itu ternyata banyak banget stand-stand yang jual makanan. Dan makanannya itu ya harganya mulai dari 15k ke atas. Padahal sebelumnya gue kira makanan Jepang murah-murah, nggak taunya mahal juga. Si Indah beli dua batang permen apel seharga 50k. Gue sih kalau beli itu gue pajang di rumah sampe bulukan. Mau dimakan entar abis, bentuknya juga lucu gitu. Hahaha. Terus gue beli takoyaki karena salah satu makanan Jepang yang gue suka itu takoyaki. Nyebelinnya, pas gue yang beli takoyakinya nggak enak. Giliran si Rafi yang beli enak! Sompret -__- Terus gue sama Indah beli ka... ka... aduh lupa namanya pokoknya semacam es serut gitu. Enak deh, seger-seger gimanaaa gitu. Terus juga nyobain okonomiyaki. Dan setelah gue beli, si Indah baru ngasih tau kalau bahan-bahan okonomiyaki itu sama kayak takoyaki, cuma beda di kol doang. Heyaaahhh kalau gitu ngapain gue beli? -__- Tapi nggak papalah, buat nyoba-nyoba.
Teruuus ada lomba makan ramen. Tadinya si Indah semangat banget pengen ikut. Cuma sayangnya nyalinya menciut setelah tau yang ikut lomba cowok-cowok kelaparan semua. Padahal lumayan kan Ndah makan gratis -__- Yah kita cuma nonton yang pada makan ramen aja. Oh di sana banyak banget cosplay bertebaran! Iyalah namanya juga Jepang, pasti banyak cosplay. Gue sempet foto sama beberapa tokoh kartun. Kebanyakan sih dari One Piece (yaiyalah yang gue tau cuma itu -__-)
Ini orang nggak tau orang Indonesia yang lagi cosplay atau orang Jepang asli. Intinya, dia yang paling menarik perhatian para pengunjung, khususnya yang cowok-cowok. Termasuk si Rafi juga -__- Inilah hasil jepretan dia. FYI, di depan dia itu banyak banget cowok-cowok berkamera yang motoin dia. Ckckck... emang dasar cowok yah, nggak bisa liat yang bening dikit. Untung gue nggak bening-bening amat #inimaksudnyaapa
Okelah, berhubung gue tadi siang abis upacara buat lomba, dan gue nyaris tepar gegara puyeng kelamaan berdiri, dan gue tadi siang juga over-excited sampe-sampe nggak bisa napas (nggak secara harfiah ya), dan gue juga masih dalam masa "Berusaha Menghibur Diri Sendiri dengan Mengingat Hal-Hal Baik Aja", jadi untuk sisa postingannya gue kasih foto-fotonya ajalah ya. Enjoy it! :)
Jadi gue udah niat mosting ini dari... entah dari kapan. Pokoknya gue baru inget gue nggak punya pulsa modem dan itu miris banget men rasanya. Lo udah punya susunan tulisan yang bakal lo posting dan ternyata modem lo abis. Hhh... Yaudahlahya namanya juga hidup. Ada aja yang mesti ditunda, termasuk hati *ups kecelup*
Yaa berhubung akhir-akhir ini blog gue suram banget isinya, jadi hari ini gue akan menceriakan kembali blog gue walaupun penulisnya masih belum bisa ceria sepenuhnya *ups kecelup lagi*
#Ennichisai2013!
Dari namanya aja udah ketauan ya itu acaranya orang Jepang. Iya, jadi 2 minggu yang lalu, tepatnya tanggal 26, hari Minggu, gue ngikut Indah ke festival Jepang gitu atau namanya Little Tokyo di daerah Blok M. Yah jadi minggu itu minggu-minggu yang cukup berat yah saudara-saudara dan gue sangat butuh refreshing. Akhirnya gue mau ikut Indah dengan niat mau foto-foto aja.
Karena gue dari Cipondoh sendirian, gue memutuskan buat nyari temen. Akhirnya nggak jauh-jauh gue ngajak Rafi. Jadilah gue, Indah, Rafi, dan kak Martin (temennya Indah) berangkat ke Blok M naik metro mini yang abang kernetnya galak bet galak -__-
Nyampe di sana jam 11. Hoah udah lumayan rame gitu deh. Berhubung kak Martin ikut cosplay, jadi dia bergabung dengan temen-temen cosplay-nya dan mulai dandan. Tinggallah kita bertiga. Berhubung yang tau festival ini cuma Indah, jadinya gue suruh dia jadi guide kita. "Kita berdua ceritanya turis, Ndah. Dan lo harus mandu kita!" Begitulah. Dan kita pun keliling-keliling Blok M yang suasananya udah kayak di Jepang....... oke nggak juga sih. Menurut gue itu lebih mirip Pasar Baru cuma yang jualan orang-orang Jepang.
| Masih cakep yah iya yah masih cakep ._. |
Di sana itu ternyata banyak banget stand-stand yang jual makanan. Dan makanannya itu ya harganya mulai dari 15k ke atas. Padahal sebelumnya gue kira makanan Jepang murah-murah, nggak taunya mahal juga. Si Indah beli dua batang permen apel seharga 50k. Gue sih kalau beli itu gue pajang di rumah sampe bulukan. Mau dimakan entar abis, bentuknya juga lucu gitu. Hahaha. Terus gue beli takoyaki karena salah satu makanan Jepang yang gue suka itu takoyaki. Nyebelinnya, pas gue yang beli takoyakinya nggak enak. Giliran si Rafi yang beli enak! Sompret -__- Terus gue sama Indah beli ka... ka... aduh lupa namanya pokoknya semacam es serut gitu. Enak deh, seger-seger gimanaaa gitu. Terus juga nyobain okonomiyaki. Dan setelah gue beli, si Indah baru ngasih tau kalau bahan-bahan okonomiyaki itu sama kayak takoyaki, cuma beda di kol doang. Heyaaahhh kalau gitu ngapain gue beli? -__- Tapi nggak papalah, buat nyoba-nyoba.
Teruuus ada lomba makan ramen. Tadinya si Indah semangat banget pengen ikut. Cuma sayangnya nyalinya menciut setelah tau yang ikut lomba cowok-cowok kelaparan semua. Padahal lumayan kan Ndah makan gratis -__- Yah kita cuma nonton yang pada makan ramen aja. Oh di sana banyak banget cosplay bertebaran! Iyalah namanya juga Jepang, pasti banyak cosplay. Gue sempet foto sama beberapa tokoh kartun. Kebanyakan sih dari One Piece (yaiyalah yang gue tau cuma itu -__-)
| Di One Piece namanya Trafalgar Law. Tapi kayaknya dia nggak berniat cosplay-an. Cuma kebetulan pake sweater sama topi kayak Trafalgar -__- |
| Nggak tau nama tokoh apaan. |
| Nggak tau juga si Indah foto sama tokoh kartun apaan. Tapi anak kecilnya lucuuu. |
| Kalau ini gue kenal; Sasuke sama Naruto. Ha! |
Ini orang nggak tau orang Indonesia yang lagi cosplay atau orang Jepang asli. Intinya, dia yang paling menarik perhatian para pengunjung, khususnya yang cowok-cowok. Termasuk si Rafi juga -__- Inilah hasil jepretan dia. FYI, di depan dia itu banyak banget cowok-cowok berkamera yang motoin dia. Ckckck... emang dasar cowok yah, nggak bisa liat yang bening dikit. Untung gue nggak bening-bening amat #inimaksudnyaapa
Okelah, berhubung gue tadi siang abis upacara buat lomba, dan gue nyaris tepar gegara puyeng kelamaan berdiri, dan gue tadi siang juga over-excited sampe-sampe nggak bisa napas (nggak secara harfiah ya), dan gue juga masih dalam masa "Berusaha Menghibur Diri Sendiri dengan Mengingat Hal-Hal Baik Aja", jadi untuk sisa postingannya gue kasih foto-fotonya ajalah ya. Enjoy it! :)
| Baru nyampe, udah ngambil dagangan orang aja -__- |
| Udah kucel, udah jelek. |
| Tarian Sehabis Panen. Lucu deh musiknya. Gerakannya juga :3 |
| It was raining~ |
| Kek di Jepang ye? Haha. |
Well, dua kata buat hari itu;
bahagia,
dan bebas.
Subscribe to:
Posts (Atom)

