Laporan Perjalanan
Showing posts with label Laporan Perjalanan. Show all posts

Sunday, September 27, 2015

Cerita Malang: It's Just the Beginning

Ayo kita sistem kebut semalaaam!!!

Sampai mana kita? Oh iya, Bromo. Hm. Jadi kangen Bromo. Kangen angin paginya yang nampar banget kayak abis ditampar sama sahabat sendiri huhuhu. Pulang dari Bromo JELAS kita capek banget dan langsung mengistirahatkan tubuh dan pikiran kita sambil nggak berhenti ngomongin semua kejadian kemarin. 

Sorenya, kita hubungin penyewaan mobil dan dapet satu mobil plus driver. Nah. Nah ini. Ini nih...

Sunday, September 20, 2015

Cerita Malang: Bromo Poenya Tjerita

Hari pertama nyampe penginapan kita langsung nelepon kenalan temennya Tya yang punya penyewaan jeep. Setelah tanya sana-sini, nego harga juga, akhirnya sepakat tanggal 28 dini hari dijemput di penginapan. Pulang dari Jatim Park, beli camilan dan tolak angin (untuk menolak angin) dan air minum, terus langsung istirahat. Lumayan bisa tidur sekitar satu jam sebelum siap-siap berangkat tengah malem nanti.

"Happy birthday, Tya!"

Tanggal 28 pas banget ulang tahun Tya yang ke-** (dirahasiakan). Setelah salam-salaman kayak ibu-ibu pengajian, akhirnya kita bersiap berangkat dan udah dijemput sama Mas Irfan naik mobil avanza.

Awalnya di mobil rada hening gitu. Jalanan di luar juga sepi, cuma ada beberapa mobil dan truk. Akhirnya Mas Irfan memecah suasana dan kita mulai ngobrol-ngobrol. Menurut gue, supir yang berpengalaman adalah supir yang bawa mobilnya enak dan bisa membuka topik pembicaraan. Nggak kayak... ah, itu cerita nanti. Pokoknya kita ngobrol banyak sama Mas Irfan. Diceritain tentang Malang, dikasih jokes yang sebenernya nggak lucu-lucu amat tapi karena udah tengah malem apapun bisa terima. Mendekati setengah perjalanan mulai agak hening karena mungkin pada masih ngantuk juga. Gue melek terus dan ngeliatin jalanan yang sepiii banget. Ratih di depan juga nggak tidur. Ternyata dia mabok. Hkhkhk.

Cerita Malang: Ditulis di Kereta Sepulang Kuliah

Ingat, don't judge the book by its cover. Atau dalam kasus ini, don't judge the post by its title. Berhubung gue bingung mau menjuduli post ini dengan apa, dan berhubung paragraf-paragraf awal post ini gue tulis di kereta abis pulang kuliah sambil nahan-nahan mata yang udah sepet banget pengen bobok tapi akhirnya di rumah malah buka laptop dan langsung melek lagi, maka gue pilihlah judul di atas.

So,

hari selanjutnya kita berencana untuk menjelajah tempat wisata di Batu lagi, yaitu Jatim Park dan Museum Angkut. Bangun pagi dengan segar bugar sehat wal afiat dan kebingungan mau nyarap apa. Gue yang dari awal dateng mengharapkan semangkok bubur ayam pake bubur dan ayam (MASA SIH MZ) ikut bingung juga. Karena nggak tau (atau lebih tepatnya males nyari) ada makanan apaan aja di luar gang pengingapan, akhirnya kita memutuskan untuk delivery restoran yang udah kerja sama sama homestay kita. Kenapa akhirnya kita pesen itu karena malam sebelumnya kita pesen itu dan wuenak tenan. Ndak tau ya apa itu karena laper atau emang beneran enak. Tapi emang enak sih. Waktu itu gue mesen nasi goreng dan ternyata porsinya lumayan dan wuenak tenan yo rek rek ayo rek kita nonton ondel-ondel yo~

Akan tetapi, pas besok paginya kita mesen lagi, makanannya kurang menggairahkan. Gue rada aneh juga sih kenapa pagi-pagi mesen kare ayam padahal perut gue ini kan perut melankolis (?) Terus sempet bingung juga sama pesenannya Tya soto ayam karena bentuknya hampir sama. Yang lain juga pada bilang makanannya kurang greget, ndak kayak semalem. Tapi daripada jalan-jalan dengan perut (dan hati) yang kosong, mending ganjal-ganjal saja dulu. Abis itu kita langsung siap-siap dan berangkat ke Jatim Park.

Dan perutku atit cekit-cekit.

Friday, September 11, 2015

Cerita Malang: Spectacular Night

Dan akhirnya kita pun tiba di stasiun Malang Kota Baru.

Turun di stasiun, gue langsung melihat pemandangan anak-anak muda backpackers dijemput sama temen-temen mereka. Huh. Kita apa? Disambut sama supir angkot doang :( Tapi tidak apa. Kita langsung nyari kendaraan buat ke penginapan di daerah Batu, dan dapetlah sebuah angkot charter (bener nggak sih tulisannya?) seharga 125k.

Sampai di penginapan kita langsung leha-leha. Setelah beberes badan dan barang bawaan, semua langsung tepar kayak pepes. Kami lelah sekali hari itu. Hidup sudah melelahkan ditambah perjalanan panjang untuk sampai ke sini. Aku jadi terharu baca tulisanku sendiri :')

Abis Maghrib sekitar jam tujuh, kita jalan keluar ke tempat wisata yang terdekat dengan penginapan kita: Batu Night Spectacular. Dengan semangat dan segar bugar, kita jalan kaki nanjak (karena penginapannya masuk gang turunan gitu. Lumayan beberapa hari di sana jalan kaki naik-turun terus). Lokasinya emang deket banget. Dari depan gang cuma sekitar lima menit jalan kaki. Pas sampe di depan pintu masuk, kita kegirangan gituuu. Nggak deng, gue doang yang girang. Yang lain gimmick doang. Enaknya lagi, waktu itu lagi hari biasa, jadi tempatnya nggak terlalu rame. Sik asik.


The gaes.


















































Thursday, September 10, 2015

Cerita Malang: Tidak Ada yang Normal di Malam Hari

Jadi,

sebelumnya aku mau minta maaf lagi atas kelalaian dan kemalasanku untuk menulis cerita perjalananku di Malang. Kuakui hati ini jadi hilang kendali~ Nggak deng. Gue sebenernya udah ada mood untuk nulis, cuma nggak tau kenapa tiap buka draft blog gue malah bengong. Terus ke-distract sama media sosial lain seperti Instagram (yang sepertinya akan jadi musuh besar blog gue karena gue lebih keranjingan nge-post foto dibanding nge-post tulisan). Ah, ternyata diam-diam aku diperbudak sama media sosial.

Anyway, gue berencana bikin post-post ini dengan konsep per segmen. Itupun kalau rampung hahaha. Pokokya gue akan berusaha semaksimal mungkin menghilangkan rasa rindu kalian membaca tulisan gue walaupun gue tau nggak ada yang rindu apalagi nungguin tapi, yah, sedikit percaya diri nggak ada salahnya kan? Hkhkhk.

Cerita Malang pertama akan gue mulai dengan perjalanan panjang di atas kereta ekonomi yang...

Sunday, September 6, 2015

Cerita Malang: Pemanasan

Halo. Perkenalkan, nama saya Nadia Adella. Umur 19 tahun. Pekerjaan sebagai mahasiswa di sebuah kampus swasta. Kenapa saya memperkenalkan diri? Karena takut ada yang udah lupa sama gue saking udah lamanya nggak nge-post yang seru-seru di sini. Hehehe. Aku keren ya?

So, seperti judul utamanya, Cerita Malang, post ini dan post-post selanjutnya (kalau ada HAHAHA (nggak kok pasti ada tenang aja)) akan menceritakan tentang bagaimana perjalanan liburan gue bersama teman-teman sejawat ke suatu daerah yang... mainstream? Nggak. Kita anti mainstream. Kita udah lama banget pengen ke sana tapi keburu keduluan sama nax-nax gaul masa kini. Huh. Sebel. Alhamdulillah tanggal 25 kemarin kami jadi pergi dan berhasil kembali pulang ke rumah masing-masing dengan selamat. Daaan tentunya banyak cerita-cerita seru yang sampai detik ini masih jadi perbincangan hangat di grup Line. Hehehe.

Berhubung ini cuma post pemanasan, jadi nggak perlu panjang-panjang lah ya. By the way ini hari Minggu yang paling-paling gue buang percuma waktunya. Sumpah. Sekarang gue nyesel nggak ngapa-ngapain dari tadi pagi. Gue bangun jam 7 karena tadinya mau ikut Nyokap pergi. Tapi karena satu dan lain hal gue bilang nggak jadi ikut. Dan gue udah keburu masuk kamar mandi so, apa salahnya kalau kita mandi? Selesai mandi gue nunggu Nyokap pergi. Abis itu ke kamar karena emang jam segitu gue harusnya masih tidur. Berusaha produktif dengan ngecek Instagram dan bagaimana perkembangan likes foto-foto gue (HAHAHA), sampai akhirnya gue tidur. Lagi. Sampai jam 10.

Ya ya, sebut aku pemalas, tukang tidur, tukang tidur yang tidak berperiketiduran, atau apalah. Dari situ gue sadar kalau hari Minggu gue tidak akan berjalan seproduktif yang gue inginkan. Sekitar jam 12-an gue mulai buka laptop dan buka blog. Buka Twitter sebentar, abis itu tutup lagi. Gue setel lagu yang semangat-semangat dan berakhir dengan nyanyi (atau lebih tepatnya teriak) nggak jelas. Gue selalu berusaha melatih suara sopran gue tapi apadaya suara gue nggak ada sopran-soprannya acan. Makin lama gue makin frustrasi dan akhirnya gue cuma bisa corat-coret kertas.

Kemudian gue tidur. Lagi.

Ya ya, sebut aku pemalas, tukang tidur, tukang tidur yang tidak berperiketiduran, atau apalah. Tapi akhirnya gue tidur nggak terlalu lama karena inget jemuran belum diangkat. Hehehe.

Yak, cukup sekian pemanasan kita kali ini. Siap-siap untuk cerita-cerita selanjutnya yang (mudah-mudahan (tapi nggak janji ya (hehehe))) akan gue post di sini. Ya cuma di sini. Di sini aja. Jangan ke mana-mana. Di sini aja.


Saturday, April 4, 2015

Pancarkan Gunungmu

Ya, gue tau judulnya agak kurang jenius dan mengandung unsur keambiguan yang... Oke, gue doang mungkin yang mikir kalau itu kalimat ambigu. Anyway, saking getolnya milah-milah foto, gue hampir lupa mosting di sini. Untung inget. Coba kalau nggak. Pasti lupa. 

Kocak yeuh. 

Another trip with freundin yay! Kali ini gue ditemani dua orang rekan gue, Nadhira dan Dhila. Iya, Nadhira ngikut mulu kek anak bebek nyari jodoh. Seperti yang pernah gue sebutkan di postingan yang lalu, gue dan teman-teman berencana untuk pergi ke suatu tempat yang tenang, banyak pohonnya, bagus buat foto, dan mainstream. Ya, mainstream. Karena udah banyak banget anak muda-anak muda masa kini yang pergi ke sana, entah untuk beneran refreshing, atau untuk foto-foto doang. 

Kayak kita. 

Saturday, January 31, 2015

A Hot and Cheap Trip

Di mana lagi kalau bukan di Kota, tempatnya muda-mudi nongkrong sambil makan es potong dan naik sepeda ontel. Pertama kali gue ke sana kalau nggak salah bareng temen SMP. Terus sama keluarga. Terus sama temen SMA. Terus sama keluarga lagi. Dan sekarang sama temen baru alias temen kampus,

yang ternyata belum pernah ke museum.

Gue ketawa pas denger pengakuan Nadhira. Jadi begini awal ceritanya. Gue dan beberapa teman lainnya udah merencanakan perjalanan ke sebuah daerah yang banyak pohonnya. Karena masalah transportasi, akhirnya diundur jadi minggu depan. Jujur gue pribadi udah ngebet banget pengen jalan, pengen hunting foto juga. Yaudah, karena nggak jadi, gue iseng ajak Nadhira jalan. Pas ngajak pun gue sempet ragu, pertama takut hujan dan kedua gue punya sugesti di mana kalau gue yang ngajakkin jalan, atau gue yang nentuin tempatnya, itu pasti bakalan ada yang salah--entah nggak jadi atau perjalanannya berakhir dengan cekcok. Tapi Alhamdulillah kami berdua berhasil mencapai kata mufakat dan dia langsung nyamber minta diajak ke Kota Tua. Yawis, sebagai teman yang budiman, kuajaklah di ke sana naik transjakarta. 

Sebenernya ada satu problem lagi buat gue pribadi: gue nggak pernah bisa foto indoor. Bisa sih, cuma kebanyakan hasilnya jadi burem dan gue langsung mengutuk museum yang penerangannya minim banget (ya nggak sepenuhnya salah museum juga sih. Lagipula museum itu kan tempat buat melihat, meresapi, mempelajari benda-benda bersejarah, bukan buat foto-foto. Yaudah jadinya salah aku ya, iya deh salah aku.) Mungkin ini bisa jadi salah satu alasan kenapa gue pengen buru-buru jalan ke luar, karena gue lebih suka foto outdoor. Yah aku sih anaknya alam banget yah.

However, gue masih bisa menghasilkan beberapa foto yang... yah lumayanlah buat ngisi-ngisi blog yang akhir-akhir ini sepi dan jarang ada gambar-gambar. Walaupun dengan sedikit retouch di sana-sini sih (sumpeh, beneran, cuma sedikit).


"A'a, sini atuh duduk sama sayah." 

Fakir Wi-Fi.


Kalau aku sih biar muka jelek yang penting bisa muter-muterin tempat bikin tanah liat.



Refleksi diri.



KA ME HA ME HA!!!


Adalah sebuah keharusan bagi saya, Nadia Adella, untuk memotret benda yang satu ini.


Sekian laporan perjalanan gue dan Nadhira. Sayang museumnya lagi banyak yang direnovasi. Kita aja nggak masuk ke Museum Fatahillah karena ternyata lagi ada perbaikan. Sebagai penutup, izinkan gue mempersembahkan foto paling menggelikan yang gue sendiri nggak kuat ngeliatnya: 

Caption 1: Di-edit ala-ala foto jamuran. | Caption 2: Kebelet pipis, mb? | Caption 3: Kalau belagu, muke lu jauh!

Wednesday, June 5, 2013

Three Actors, Two Words, and One Festival

Kalian tau nggak ini hari apa? Iya, ini hari Rabu. Dan gue lagi UAS atau istilah 2013-nya UKK. Tadi gue ulangan Fisika sama TIK. Ya begitu deh. Namanya juga Fisika, soalnya begitu semua. Ada angkanya, ada hurufnya, ada macem-macem deh pokoknya. #apasih

Jadi gue udah niat mosting ini dari... entah dari kapan. Pokoknya gue baru inget gue nggak punya pulsa modem dan itu miris banget men rasanya. Lo udah punya susunan tulisan yang bakal lo posting dan ternyata modem lo abis. Hhh... Yaudahlahya namanya juga hidup. Ada aja yang mesti ditunda, termasuk hati *ups kecelup*

Yaa berhubung akhir-akhir ini blog gue suram banget isinya, jadi hari ini gue akan menceriakan kembali blog gue walaupun penulisnya masih belum bisa ceria sepenuhnya *ups kecelup lagi*

#Ennichisai2013!
Dari namanya aja udah ketauan ya itu acaranya orang Jepang. Iya, jadi 2 minggu yang lalu, tepatnya tanggal 26, hari Minggu, gue ngikut Indah ke festival Jepang gitu atau namanya Little Tokyo di daerah Blok M. Yah jadi minggu itu minggu-minggu yang cukup berat yah saudara-saudara dan gue sangat butuh refreshing. Akhirnya gue mau ikut Indah dengan niat mau foto-foto aja. 

Karena gue dari Cipondoh sendirian, gue memutuskan buat nyari temen. Akhirnya nggak jauh-jauh gue ngajak Rafi. Jadilah gue, Indah, Rafi, dan kak Martin (temennya Indah) berangkat ke Blok M naik metro mini yang abang kernetnya galak bet galak -__- 

Nyampe di sana jam 11. Hoah udah lumayan rame gitu deh. Berhubung kak Martin ikut cosplay, jadi dia bergabung dengan temen-temen cosplay-nya dan mulai dandan. Tinggallah kita bertiga. Berhubung yang tau festival ini cuma Indah, jadinya gue suruh dia jadi guide kita. "Kita berdua ceritanya turis, Ndah. Dan lo harus mandu kita!" Begitulah. Dan kita pun keliling-keliling Blok M yang suasananya udah kayak di Jepang....... oke nggak juga sih. Menurut gue itu lebih mirip Pasar Baru cuma yang jualan orang-orang Jepang. 

Masih cakep yah iya yah masih cakep ._.

Di sana itu ternyata banyak banget stand-stand yang jual makanan. Dan makanannya itu ya harganya mulai dari 15k ke atas. Padahal sebelumnya gue kira makanan Jepang murah-murah, nggak taunya mahal juga. Si Indah beli dua batang permen apel seharga 50k. Gue sih kalau beli itu gue pajang di rumah sampe bulukan. Mau dimakan entar abis, bentuknya juga lucu gitu. Hahaha. Terus gue beli takoyaki karena salah satu makanan Jepang yang gue suka itu takoyaki. Nyebelinnya, pas gue yang beli takoyakinya nggak enak. Giliran si Rafi yang beli enak! Sompret -__- Terus gue sama Indah beli ka... ka... aduh lupa namanya pokoknya semacam es serut gitu. Enak deh, seger-seger gimanaaa gitu. Terus juga nyobain okonomiyaki. Dan setelah gue beli, si Indah baru ngasih tau kalau bahan-bahan okonomiyaki itu sama kayak takoyaki, cuma beda di kol doang. Heyaaahhh kalau gitu ngapain gue beli? -__- Tapi nggak papalah, buat nyoba-nyoba. 

Teruuus ada lomba makan ramen. Tadinya si Indah semangat banget pengen ikut. Cuma sayangnya nyalinya menciut setelah tau yang ikut lomba cowok-cowok kelaparan semua. Padahal lumayan kan Ndah makan gratis -__- Yah kita cuma nonton yang pada makan ramen aja. Oh di sana banyak banget cosplay bertebaran! Iyalah namanya juga Jepang, pasti banyak cosplay. Gue sempet foto sama beberapa tokoh kartun. Kebanyakan sih dari One Piece (yaiyalah yang gue tau cuma itu -__-) 

Di One Piece namanya Trafalgar Law. Tapi kayaknya dia nggak berniat cosplay-an. Cuma kebetulan pake sweater sama topi kayak Trafalgar -__-

Nggak tau nama tokoh apaan. 

Nggak tau juga si Indah foto sama tokoh kartun apaan. Tapi anak kecilnya lucuuu.

Kalau ini gue kenal; Sasuke sama Naruto. Ha! 



Ini orang nggak tau orang Indonesia yang lagi cosplay atau orang Jepang asli. Intinya, dia yang paling menarik perhatian para pengunjung, khususnya yang cowok-cowok. Termasuk si Rafi juga -__- Inilah hasil jepretan dia. FYI, di depan dia itu banyak banget cowok-cowok berkamera yang motoin dia. Ckckck... emang dasar cowok yah, nggak bisa liat yang bening dikit. Untung gue nggak bening-bening amat #inimaksudnyaapa

Okelah, berhubung gue tadi siang abis upacara buat lomba, dan gue nyaris tepar gegara puyeng kelamaan berdiri, dan gue tadi siang juga over-excited sampe-sampe nggak bisa napas (nggak secara harfiah ya), dan gue juga masih dalam masa "Berusaha Menghibur Diri Sendiri dengan Mengingat Hal-Hal Baik Aja", jadi untuk sisa postingannya gue kasih  foto-fotonya ajalah ya. Enjoy it! :)

Baru nyampe, udah ngambil dagangan orang aja -__-

Udah kucel, udah jelek.

Tarian Sehabis Panen. Lucu deh musiknya. Gerakannya juga :3

It was raining~

Kek di Jepang ye? Haha.

Well, dua kata buat hari itu;
bahagia, 
dan bebas. 



Saturday, April 20, 2013

Liburanku Bersama Hattori

Kenapa hasrat buat nulis selalu dateng di saat pulsa modem udah menipis? -__-

Libur UN. 4 hari. Udah lewat. Senin depan belajar lagi. Demi penguasa langit dan surga, gue nggak punya niat belajar sama sekali. Males-malesan doang. Hari Jumat kemarin gue jalan-jalan sama anak-anak survey tempat buat acara kelas. Mau tau acaranya apaan? Hahaha, next post yaaa..............itupun kalau gue inget dan mau. Terus hari Sabtunya... gue kemana ya? Gue lupa. Pokoknya tau-tau udah hari Selasa dan voila! Acara kelas berjalan lancar! Nggak cuma acara kelas, semuanya berjalan lancar! Hah. Terharu gue :')

Abis itu... salah satu temen gue kena musibah. Datanglah berita duka. Emang Allah Maha Adil, abis dikasih seneng dikasih sedih. Terus kemarin hari Jumat masuk sekolah lagi. Sebelumnya gue sempet denger kabar kalau CI banjir lagi. Tapi gue tetep berusaha tenang. Paginya gue di sms Tantri dan dia ngajakin bareng. Terus Rafi ikutan. Ria K juga ikut. Akhirnya kita berempat berpetualang. Eh nambah Andre sama Dina. Jadinya berenam. Dan entah kenapa tiba-tiba gue pengen nulis lirik lagu opening-nya Ninja Hattori:

Mendaki gunung, melewati lembaaah~
Sungai mengalir indah ke samuderaaa~
Bersama teman, berpetualaaang~

Oke sekarang lagu itu nempel di otak gue -__-

Iya jadi kita muter, nyari jalan yang nggak kena banjir demi hadir di sekolah. DEMI SEKOLAH, BU! DEMI IBU SAYA DAN TEMAN-TEMAN SAYA BELA-BELAIN MUTER-MUTER! Okay actually nggak demi Ibu juga sih, Bu. Saya mau ketemu temen-temen saya sih. Jadi please, Ibu nggak usah ge-er. 

Jadi intinya hari Jumat itu Tantri yang memimpin rombongan. Gue cuma celingak-celinguk doang ngeliatin jalanan yang sama sekali gue nggak tau. Terus di jalan main plesetan sama Rafi sampe diliatin anak sekolah dan Mas-Mas. Anjrwit -__- Pokoknya jarak dari Cipondoh ke sekolah yang harusnya bisa ditempuh selama 15 menit bertambah jadi... 1,5 jam. Wow. Pantat udah pada pegel saudara-saudaraaa. Tapi enak sih. Entah kenapa kemaren itu mataharinya indah banget. Terus dingin-dingin gimanaa gitu, secara semalemnya abis hujan gede.

Hah... Nyampe sekolah ternyata nggak belajar. Yey. Ternyata ada serunya juga ya sekolah di daerah banjir. Banjir dikit nggak bisa lewat, nggak masuk sekolah, pulang cepet, diliburkan. Ah. Aku cinta Smanic <3 font="">

*kalimat terakhir hanya dramatisasi* 

Gue lagi males curhat karena gue juga udah capek curhat sama si Andi. Niatnya gue mau ketemuan sama dia tapi apadaya kami ini wanita-wanita sibuk, jadinya ngobrol via Mark Zuckenberg aja. Dan demi apapun, gue sempet kalap waktu cerita sama dia. Ngetik udah kayak dikejar setan. Jantung berdebar-debar. Hidung kembang-kempis. Mata melotot terus ngeliatin netbook. Mencet enter aja pake jempol kaki saking semangatnya. Intinya begitu. Dan ya, gue tau ini sangat-sangat nggak penting buat kalian baca karena... ya nggak penting. Terus apa gunanya gue nulis ini? Apa gunanya gue punya blog? Apa gunanya gue sayang kalian? *cih. 

Oh ya, anyone yang tau tempat jual CD album band indie, please kasih tau. Kalau perlu sekalian beliin deh. Gue (kayaknya) lagi gemar beli CD album band-band indie. Sekarang ini yang ada di laci meja belajar gue adalah Themilo, Payung Teduh, dan Suddenly September. My favorite is Themilo. Lagunya itu lho... apa ya? Kadang bikin semangat, bikin galau juga bisa, bikin melayang apalagi. Pokoknya recommended banget deh buat kalian yang punya kuping... iya punya kuping (?) 

Dan... apalagi yah... Oh oh! I've got an invitation from Nikon buat dateng ke pameran pemenang INPC. INPC itu singkatan dari..... pokoknya photo contest gitu deh. Haha. Jadi ceritanya gue ikutan lomba itu kan. Iseng doang sih, sekalian buat nyari pengalaman. Thanks to kak Apri yang udah ngasih tau lomba itu. Walaupun nggak menang, at least foto gue nyampe ke tangan mereka. Syukurlaaahhh :') 

Kok kayaknya gue nggak pernah mosting sesuatu yang worthy yah? Hah. Malam ini gue cuma bisa nulis ini. Mungkin post ini lebih tepat disebut "Liburanku". Terus kalimat pertamanya dimulai dengan "Liburan kemarin, aku dan Ayahku pergi ke Kota sambil naik delman." Apasih. Yaudah, kalian terima aja gue apa adanya. Iyalah kalian harus begitu. Sebagai pembaca setia, yang selalu mengiringi langkahku, kalian harus menerima gue. Walaupun cinta kalian nggak akan pernah gue bales tapi--OKE OKE GUE PERGI SEKARANG. CIAO! 

Friday, February 8, 2013

Rock-nya Sushi

Ini quick post yaaa. Tapi quick post secara harfiah. Gue nulisnya bener-bener cepet nih. Kuota modem udah mau abis. Sompret -___-

Oke, jadi tadi siang Tantri ngajakkin gue makan sushi di kedai (asik bahasanyaaa) rekomendasi dari Ria. Gue mau, tapi gue tadi nggak bawa duit lebih. Tapi Tantri dengan baiknya mau meminjamkan gue uangnya. Demi gue. Awww. Semoga Tantri berhasil diet walaupun gue tau dia selalu gagal diet. Makanya Tan, kayak gue dong. Dari lahir udah diet -___-v

Jadi kita sepakat pulang sekolah meluncur ke CBD. Nggak ke CBD-nya sih, tapi deket-deket CBD lah~

Nyampe sana... Hmm... Pas gue duduk, kok ada dinding yang isinya band rock semua ya? Gue baru inget nama restorannya ada rock n roll-nya gitu. Tapikan... yakali rocker makannya sushi. Bisa mencret dia pas lagi manggung (?) Ya pokoknya begitulah. Terus kita liat-liat menunya. Thank God we have Indah! Indah pemandu kita dalam memilih jenis sushi mana yang baik buat kita.....atau lebih tepatnya, yang baik buat kantong kita. Hehehe. Pokoknya kita bingung gitu deh mau mesen apaan. Maklum baru pertama kali nyobain. Akhirnya kita pesen yang gampang-gampang aja. Gue udah lupa namanya apaan. Pokoknya gue, Maya, sama Anisa mesen yang ikan, si Tantri mesen chicken apaaa gitu. Si Indah mah menunya aneh sendiri dia. Telor ikan gitu. Eww. Kecil-kecil kriuk-kriuk gimanaaa gitu.
Buat minumnya kita mesen ocha. Tau ocha kan? Ituloh yang nyanyi lagu My Heart sama Irwansyah--ITU ACHA KAMPREEETTT! -___- Iya kita pesen ocha lima. Dan ocha-nya bisa di refill. Masalah refill ini bener-bener bikin ngakak deh. Kita refill sampe 2 kali. Terus sok-sok malu gitu mau minta refill. Hahaha. Kalau kita betah ya, bisa sampe jam 7 malem tuh disitu doang, sambil minumin ocha refill. Gyahahaha. Emang dasar pelajar gaul, nggak mau rugi. Nyarinya yang murah~ Hahaha. Oh iya, kita juga dapet sepiring sushi-isi-timun. Gue nggak tau namanya apaan. Tau-tau si mbak-nya dateng dan naro itu di meja kita. Dan sushi-nya gratis! Mungkin itu kayak welcome food... Eh, emang ada ya welcome food? Yakali welcome food-nya nasi digulung nori terus diisi timun -___-

Lupakanlah. Well, ittadakimash!

Indah-Maya-Tantri-Anisa-Gue. Difoto sama Mbak-nya :D
 
Maya's.
 

Lagi moto orang yang lagi moto makanan. Kelakuan, kelakuan... -___-

Mine! Menurut votting, punya gue "lumayan" enak.

Tantri's. Presentation: 95%. Taste: ng... 75% deh.

Big bite.
 

Ini ramen. Kita sepakat buat makan lagi. Kenapa ramennya cuma satu? Ya karena kita emang mesennya cuma satu. Hahaha. Patungan gitu ceritanya. Kelakuan banget nih pelajar-pelajar. Ramen-nya lumayan enak. Lebih enak lagi kalau semangkok sendiri. Hehehe .__.v

Itulah tadi cerita perjalanan gue mencoba sushi bareng orang-orang stress. Sialan. Gue ketawa ngakak nggak berenti-berenti. Sampe rahang sama perut bener-bener sakit. Seriusan deh. Ini semua salah Tatriii!!! Jadi anak ngelawak mulu deh ih! Hahahaha. Tapi ya itulah bagian enaknya. Bisa ketawa-ketiwi bareng temen-temen. Selama di SMA, baru dua kali gue ketawa ngakak sampe perut gue beneran sakit. Gyahahaha.

Oke! Sayonara arigatou gozaimashu sushi sushi wasabi jahe cabe bubuk kecap asine telor ikan aishiteru! #apasihDel


Kampa!

Thursday, January 3, 2013

Purwokerto, Tapi Sanaan Dikit

Aloha! Liburan kali ini gue diajak Nyokap ke Purwokerto. Ehem. Jadi gini. Purwokerto itu kampungnya istrinya kakaknya Nyokap gue. Ngerti nggak? Nih gini nih. Nyokap gue punya kakak, kakaknya itu punya istri, istrinya itu punya kampung, kampungnya itu di Purwokerto. Nah! Ngerti kan? Masih nggak ngerti juga? Tuh, di depan ada jembatan penyebrangan, coba kalian naik, abis itu terjun dari sana sambil nyanyi lagu I Believe I Can Fly -__-

Ceritanya sih seru-seru. Dari perjalanan yang jauuuhhh sekali, terus main-main di kali, makan nasi uduk 5k tapi enaknya mantep, jalan kaki dari rumah saudara gue ke pasar, ngelewatin sawah yang super-duper keren, ke Baturraden tapi ternyata hujan, gangguin sepupu gue yang kecil, Oji, mainan games, malem tahun baruan di sana, nyari-nyari sinyal buat sms-an sama Ghiyats (DEMI KAMU YATS, DEMI KAMU!!!). Pokoknya seru deh! So much fun walaupun badan pegel-pegel banget karena kelamaan duduk di mobil. Lovelovelove <333 font="font">

Gaya banget nih mahasiswa (//_-)


Sepupu Oji. Mungkin dia lelah...

On the way ke pasar. Liat noh gunungnya noh keren kan?

The most ridiculous sign I've ever crossed. Lawaq abis.

Seandainya di Tangerang bisa kayak begitu...



Sepupu Ajeng rambutnya badaiii.


Naik pesawat(pesawatan).

Self-camera-an.
 
 
© based on a true story.
Maira Gall