Random
Showing posts with label Random. Show all posts

Sunday, October 13, 2013

Bad Mix

Well hello guys! Hah. I changed my blog's look again. What do you think? Nggak suram lagi kan? Good news for you (and for me, I guess). But the bad news is this is not gonna be a long post. Awww. I'm so sorry. So many things happened these days. Mostly bad things. And I'm just rolling in my bed, hugging my blanket and pretend that it was someone I love (tjie), watching "One Day" and cried (again), trying to study but I've got no power to do that (lebay), sitting in front of my laptop for hours just to chose a better header photo for my blog, eating (not much actually), scrolling down my Twitter's timeline (boring), dan semua kegiatan nggak penting yang harusnya nggak gue lakukan. Huft...

So, just like what I said, this is just a quick post. And I have to tell you this; perpaduan antara sedih dan malas itu bener-bener nggak bagus. Seriously. 

Saturday, August 10, 2013

Postingan Sambil Lalu

Begadang lagi begadang lagi. Sebenernya ini nggak begadang-begadang amat sih. Gue palingan tidur jam setengah 1 atau jam 1. Kalau ada sesuatu yang seru banget (misalnya ada yang ngajak Skype-an sampe jam 2 pagi gitu, misalnyaaa) baru gue tidur lewat jam 1. Gimana ya, gue jadi suka begadang gini karena... mungkin secara keseluruhan karena gue nggak ada kerjaan. Ya, tidur memang pekerjaan tapi gue nggak bakal tidur-tidur kalau masih nongkrong depan laptop. Pokoknya gue cuma takluk kalau nempel sedikit sama kasur. Dijamin, niat mau ng-update Twitter atau nge-stalk orang langsung kandas. 

Well, barusan gue abis ngerapihin laporan praktikum Biologi. Ya cuma ngerapihin doang, pembahasannya masih kosong karena gue blank banget, nggak tau mau ngisi apaan. Mungkin besok gue bakal nanya ke Wulan--lebih tepatnya minta dibantuin. Hehehe. Terus sekarang gue nungguin upload-an foto bukber IPA 3 kemarin. Karena udah banyak yang nanyain dan minta di-upload, yaudah, itu semacam alarm buat tukang foto macam gue buat mulai memilah foto yang pantas buat di-upload. 

Ya, kawan, sebelum meng-upload gue memilih satu per satu foto yang akan gue upload. Kenapa? Karena gue sering mendapat pengalaman buruk gara-gara temen gue langsung breg masukin semua foto yang ada di memory card dia. Kalau langsung dimasukkin semua itu, resiko foto-foto elu yang lagi jelek, yang posenya minta ditabok ember sumur, yang memalukanlah pokoknya, itu gede banget. Gue sering tuh, kalau temen gue masukkin foto langsung semuanya, ada aja foto gue yang "ah sudahlah" banget dimasukkin sama dia. Apalagi di Facebook. Mending sih kalau dimasukkin doang, kalau di tag kan di profile gue langsung keliatan. Kan aku malu qaqaaa. 

Maka demi keselamatan wajah kita bersama, sebelum ng-upload gue selalu saring dulu foto mana yang bakal di upload.

Duh ngobrolin apa lagi ya. Oh. Pernah nggak sih lo ada di situasi di mana lo punya temen atau sahabat atau siapalah yang deket banget gitu sama lo, dan dia ini tuh selalu punya kesibukan, sementara lo nggak. Pernah nggak? Jadi misalnya elu tuh lagi nganggur, dan karena lo nggak ada kerjaan lo pengen ngobrol/sms-an sama dia atau apalah pokoknya spending your time together lah, tapi dia nya justru lagi banyak kerjaan. Itu rasanya gimana ya? Antara "Duh gue pengangguran banget" atau "Duh dia sibuk banget"? 

Gue sih cuma nanya doang. Bukan pengalaman pribadi kok, bukan...... 

Saturday, July 6, 2013

Mana Hobah-nyaaa?

Jam... berapa sekarang? 00:24? Oke. Gue belum tidur karena gue memang mau menikmati malam yang dingin ini #tsah. Tangerang tumben hujan terus beberapa hari ini. Sempet denger sekilas katanya Indonesia lagi kena kemarau basah. Jadi tetep musim kemarau, tapi basah... Yasudahlah. Biarkan para pengamat cuaca itu menamakannya sesuka hati mereka. Yang semangat yo Pak kerjanya!

Lampu kamar gue masih nyala, modem masih stand by, HP masih sering geter-geter karena ada seseorang di sana yang minta gue temenin. Gue masih buka tab Twitter yang isi timeline-nya sepi banget karena gue nggak follow banyak orang. Dan... ada satu tab lagi yang gue buka. Sebuah blog milik orang yang gue temuin... entah itu kapan. Pokoknya waktu itu gue lagi seneng-senengnya sama stop-motion. Pas gue googling, gue nemu blog itu dan pemiliknya lagi mengerjakan sebuah project stop-motion PLUS dengan kamera Lomo. Wah, pikir gue waktu itu, keren banget nih orang. Akhirnya gue ikutin tuh proses selama dia bikin project yang kebetulan sebuah video clip. Dan pas gue liat hasilnya, lumayan keren juga. Setelah itu gue nggak buka-buka blog-nya lagi. Nggak ada pikiran buat follow atau apalah karena pada saat itu gue ngerasa nih orang udah kuliah gitu, udah tua banget, ngapain amat gue follow blog orang nggak dikenal gini? 

Beberapa lama kemudian, entah bulan atau tahun, gue iseng buka blog-nya lagi. Entah karena gue masih inget link-nya atau emang nama blog-nya itu gampang diinget. Gue iseng buka, dan gue baca satu tulisan dia. Gue suka sama tulisannya. Curhatannya berbobot gitu, dan bahasa yang dipake nggak kayak bahasa orang yang baru punya blog yang... ya yang sering baca blog pasti bisa bedain deh. Tapi waktu itu ya gue cuma baca sekilas doang. Abis itu lupa lagi deh. 

Dan tadi tiba-tiba gue keinget lagi. Gue iseng buka dan ternyata dia masih hidup! I mean dia masih suka mosting gitu. Postingan terakhirnya aja bulan Juni 2013. Gue iseng baca-baca postingannya, dan ternyata gue masih mengagumi tulisannya. Mungkin agak terbilang lebay ya kalau lo menggunakan kata "mengagumi" untuk sebuah tulisan yang bisa dibilang cuma curhatan sehari-hari. Tapi ya gimana ya. Enak aja gitu bacanya. 

Oh iya, dia juga suka foto dan film lho. Dan dia kuliah di Jogja..................... Semakin banyak orang keren yang gue kagumi yang kuliah di Jogja dan ngambil jurusan seni. Kak Dellana cerita kehidupan kuliahnya yang keren banget. Orang ini juga. Ini makin bikin gue pengen ke Jogja tapi ya gitu, masih bimbang. Gue boleh-boleh aja ngambil jurusan yang gue mau, tapi Nyokap nggak setuju kalau di Jogja. Katanya kejauhan, dan gue sendirian. Pfffttt... Gue ngerti, gue juga mikirin gue kalau kuliah disana nggak punya saudara nggak punya siapa-siapa. Tapi... ya gimana ya. Gue tau, gue pribadi jarang pergi-pergian sendirian, ngebolang kemana gitu. Terlebih lagi gue perempuan. Panteslah kalau Nyokap khawatir. But, at least, biarkan gue keluar dari Tangerang dan menginjakkan kaki gue di kota penuh seni itu. Gue pengen ke Jogja lagi tapi untuk waktu yang lama gitu. Ya percumalah gue ngomong disini kalau nggak ada yang dengerin juga. Yah yang penting curhat aja dulu curhaaat~ Hahaha. 

Suatu hari gue sempet bilang ke Indah kalau gue nggak mau ngelanjutin cita-cita gue jadi sutradara. Hasilnya gue dimarahin sama Indah dengan nada suaranya yang nggak ada marah-marahnya acan. 

"Lo tuh bisa, Deeel. Lo cuma males doang!" 

Ya gue akuin selama ini gue emang males. Maksudnya gimana ya. Gue nggak menjadikan bikin film atau video itu sebagai hobi gue. Ide banyak, ada beberapa yang sering lewat, tapi mualesnya itu lho. Awalnya gue menganggap ini tuh faktor orang-orang yang gue ajak kerjasama. Gue adalah orang yang cuma mau kerja sama orang yang gue kenal baik. Istilahnya temen deket aja. Masalahnya, orang-orang yang gue pengenin buat jadi partner gue nggak bisa ngikutin passion gue. Hasilnya gue jadi nggak enak sama mereka, kerjanya jadi angot-angotan. Wah kacau deh. Padahal harusnya gue bisa lebih profesional dengan... ya you know, carilah partner yang berkualitas walaupun nggak deket sama lo. Seperti yang waktu itu pernah dibilang Karim, cari temen yang se-visi sama lo. Bener, emang bener. Dan saat ini gue sedang berusaha mencari orang-orang yang sekiranya bisa gue ajak untuk mengerjakan project kacangan gue. Hobaah~ 

Ada juga faktor lainnya. Gue paling nggak bisa ngejelasin sesuatu. Ini jadi penghalang ya, ketika gue mau jelasin bentuk film gue nanti, gue nggak bisa menjelaskannya lewat kata-kata. Semuanya cuma nempel di otak gue. Bisa sih gue tuang ke tulisan, tapi kan ujung-ujungnya orang yang baca juga minta dijelasin. It seems like I have to practice my speech. Hobaaaah~ *makin panjang*

Terakhir... ide. Kebetulan dua hari yang lalu gue rapat dan duduk di sebelah Galuh, salah satu orang yang tidak beruntung yang harus mendengarkan kalimat-kalimat nggak jelas gue. Dia nyuruh gue buat kerjasama sama temennya, yang gue kenal juga temennya karena dia satu ekskul sama gue, buat bikin film. Gue bilang ke Galuh, 

"Gimana ya Gal, gue sama dia tuh beda genre. Dia tuh ide ceritanya lebih... unik, lebih ke hal-hal yang nggak biasa. Sedangkan gue? Gue tuh otak dramatis Gal." (pada saat itu, gue mengatakannya dengan suara yang dramatis) "Gue lebih suka sesuatu yang indah-indah, yang romantis, dramatis... Otak gue ini otak sinetron, Gal. Semua adegan sinetron dari adegan 1 sampe ke 999 ada semua di otak gue. Dari yang paling norak kayak ngejatohin benda-ngambil-terus pegangan tangan, itu ada Gal di otak gue! Makanya shushah gitu, Gal, shushah..."

Dan sepanjang gue ngomong, Galuh cuma menatap gue dengan tatapan "lo-kenal-gue?". 

Ya itu tadi. Otak gue itu mainstream, biasa. Selain hal-hal berbau romantik-dramatik, gue juga lebih suka film travel. You know yang kayak di NatGeo Adventure, yang lebih mengutamakan untuk memperlihatkan keindahan alam. Gue lebih interest ke situ. Makanya sekarang gue sedang mencoba untuk nyari ide yang... yah, yang lebih nggak biasa gitu. Syukur-syukur dapet yang luar biasa. Hobaaaaaaaahhhhh~~ *makin ekstrem*

Jadi sebenernya daritadi gue ngomongin apa sih? Pertama ngomongin orang, terus tiba-tiba curhat masalah Jogja, curhat lagi masalah film. Hahaha. Bener kata quotes-quotes, "Midnight conversations, where you confess everything." Dari tadi gue cerita ngalir aja terus, gue nggak peduli curhatan gue kali ini sok bijak, lebay, atau apa. Gue sadar ada banyak bagian dari post ini yang terkesan ngeluh, yang terkesan cuma omongan doang (walaupun keseringannya emang gitu sih .__.) Tapi... I'm trying. I'm trying to be more productive even though it is sooo sooo hard for me. Semoga gue bisa. Semoga kalian bisa mencapai apa yang kalian inginkan. Semoga kalian memiliki kreatifitas yang tak terbatas. Semoga kalian bisa lebih sukses dari apa yang selama ini kalian bayangkan. Gue masih inget kata-kata seorang motivator yang didatengin sekolah gue buat acara LDK tahun kemarin. He said, 

"Kalian 10 tahun nanti, adalah apa yang kalian pikirkan."

Waktu itu dengan bodohnya gue mencocokkan perkataan dia dengan kenyataan hidup gue. 10 tahun yang lalu, gue masih SD, dan pada saat itu emang bener, beneran, gue udah mikirin masa SMA gue. Dan 10 tahun kemudian, di situlah gue, duduk di bangku SMA dan menjalani masa-masa SMA yang... seru :) 

Begitulah. Gue nggak mau bilang kalau gue berpegang teguh pada perkataan si bapak motivator. Gue lebih menjadikan kalimat itu sebagai... sesuatu supaya gue lebih berusaha. Ya namanya juga manusia ya, kalau mau apa-apa ya mesti usaha. Nggak mungkin dipikirin doang terus langsung jadi. 

Sekali lagi, semoga gue dan kalian bisa menjadi apa yang tahun ini kita inginkan. Selamat malam! Eh, salah ding. Selamat pagi! 

Saturday, April 20, 2013

Liburanku Bersama Hattori

Kenapa hasrat buat nulis selalu dateng di saat pulsa modem udah menipis? -__-

Libur UN. 4 hari. Udah lewat. Senin depan belajar lagi. Demi penguasa langit dan surga, gue nggak punya niat belajar sama sekali. Males-malesan doang. Hari Jumat kemarin gue jalan-jalan sama anak-anak survey tempat buat acara kelas. Mau tau acaranya apaan? Hahaha, next post yaaa..............itupun kalau gue inget dan mau. Terus hari Sabtunya... gue kemana ya? Gue lupa. Pokoknya tau-tau udah hari Selasa dan voila! Acara kelas berjalan lancar! Nggak cuma acara kelas, semuanya berjalan lancar! Hah. Terharu gue :')

Abis itu... salah satu temen gue kena musibah. Datanglah berita duka. Emang Allah Maha Adil, abis dikasih seneng dikasih sedih. Terus kemarin hari Jumat masuk sekolah lagi. Sebelumnya gue sempet denger kabar kalau CI banjir lagi. Tapi gue tetep berusaha tenang. Paginya gue di sms Tantri dan dia ngajakin bareng. Terus Rafi ikutan. Ria K juga ikut. Akhirnya kita berempat berpetualang. Eh nambah Andre sama Dina. Jadinya berenam. Dan entah kenapa tiba-tiba gue pengen nulis lirik lagu opening-nya Ninja Hattori:

Mendaki gunung, melewati lembaaah~
Sungai mengalir indah ke samuderaaa~
Bersama teman, berpetualaaang~

Oke sekarang lagu itu nempel di otak gue -__-

Iya jadi kita muter, nyari jalan yang nggak kena banjir demi hadir di sekolah. DEMI SEKOLAH, BU! DEMI IBU SAYA DAN TEMAN-TEMAN SAYA BELA-BELAIN MUTER-MUTER! Okay actually nggak demi Ibu juga sih, Bu. Saya mau ketemu temen-temen saya sih. Jadi please, Ibu nggak usah ge-er. 

Jadi intinya hari Jumat itu Tantri yang memimpin rombongan. Gue cuma celingak-celinguk doang ngeliatin jalanan yang sama sekali gue nggak tau. Terus di jalan main plesetan sama Rafi sampe diliatin anak sekolah dan Mas-Mas. Anjrwit -__- Pokoknya jarak dari Cipondoh ke sekolah yang harusnya bisa ditempuh selama 15 menit bertambah jadi... 1,5 jam. Wow. Pantat udah pada pegel saudara-saudaraaa. Tapi enak sih. Entah kenapa kemaren itu mataharinya indah banget. Terus dingin-dingin gimanaa gitu, secara semalemnya abis hujan gede.

Hah... Nyampe sekolah ternyata nggak belajar. Yey. Ternyata ada serunya juga ya sekolah di daerah banjir. Banjir dikit nggak bisa lewat, nggak masuk sekolah, pulang cepet, diliburkan. Ah. Aku cinta Smanic <3 font="">

*kalimat terakhir hanya dramatisasi* 

Gue lagi males curhat karena gue juga udah capek curhat sama si Andi. Niatnya gue mau ketemuan sama dia tapi apadaya kami ini wanita-wanita sibuk, jadinya ngobrol via Mark Zuckenberg aja. Dan demi apapun, gue sempet kalap waktu cerita sama dia. Ngetik udah kayak dikejar setan. Jantung berdebar-debar. Hidung kembang-kempis. Mata melotot terus ngeliatin netbook. Mencet enter aja pake jempol kaki saking semangatnya. Intinya begitu. Dan ya, gue tau ini sangat-sangat nggak penting buat kalian baca karena... ya nggak penting. Terus apa gunanya gue nulis ini? Apa gunanya gue punya blog? Apa gunanya gue sayang kalian? *cih. 

Oh ya, anyone yang tau tempat jual CD album band indie, please kasih tau. Kalau perlu sekalian beliin deh. Gue (kayaknya) lagi gemar beli CD album band-band indie. Sekarang ini yang ada di laci meja belajar gue adalah Themilo, Payung Teduh, dan Suddenly September. My favorite is Themilo. Lagunya itu lho... apa ya? Kadang bikin semangat, bikin galau juga bisa, bikin melayang apalagi. Pokoknya recommended banget deh buat kalian yang punya kuping... iya punya kuping (?) 

Dan... apalagi yah... Oh oh! I've got an invitation from Nikon buat dateng ke pameran pemenang INPC. INPC itu singkatan dari..... pokoknya photo contest gitu deh. Haha. Jadi ceritanya gue ikutan lomba itu kan. Iseng doang sih, sekalian buat nyari pengalaman. Thanks to kak Apri yang udah ngasih tau lomba itu. Walaupun nggak menang, at least foto gue nyampe ke tangan mereka. Syukurlaaahhh :') 

Kok kayaknya gue nggak pernah mosting sesuatu yang worthy yah? Hah. Malam ini gue cuma bisa nulis ini. Mungkin post ini lebih tepat disebut "Liburanku". Terus kalimat pertamanya dimulai dengan "Liburan kemarin, aku dan Ayahku pergi ke Kota sambil naik delman." Apasih. Yaudah, kalian terima aja gue apa adanya. Iyalah kalian harus begitu. Sebagai pembaca setia, yang selalu mengiringi langkahku, kalian harus menerima gue. Walaupun cinta kalian nggak akan pernah gue bales tapi--OKE OKE GUE PERGI SEKARANG. CIAO! 

Monday, December 17, 2012

Postingan di Mana Penulisnya Lagi Nggak Ada Ide Mau Nulis Apaan

19.35

Sialan. Gue kena situasi di mana gue udah nulis keren-keren, tapi gue hapus lagi karena gue bingung mesti lanjutin kayak gimana. Huft... Padahal itu tuh bakal jadi tulisan paling unyu yang pernah gue tulis. Ah sudahlah. Nasi sudah menjadi nasi goreng. Mending kita bahas yang lain...

Bahas apaan, ya? Nggak ada yang seru selama seminggu kemaren. Palingan cuma class meeting. Bah. Class meeting. Apalah artinya class meeting kalau gue kena jadi sie. acara? Eh, apa kolerasinya, ya? Nggak ada ding. Cuma mau ngasih tau aja kalau gue jadi sie. acara buat class meeting. Wehehehe. Hari pertama, lancar. Hambatan cuma di cuaca. Hari kedua, mulai stress. Gue baru mau nangis eh si Ketua alias Milan udah nangis duluan. Yaudah, nggak jadi nangis. Hari ketiga yaitu tadi dapet cobaan yang diturunkan lewat kak Faiqo. Mungkin dia tadi pagi belum makan nasi, jadi pas tadi class meeting emosinya agak naik. Sedikit. Yah banyak deh. Tapi nggak banyak-banyak amat. Ah tau amat ah. None of my business -__-

Terus... apa lagi, yah? Selesai acara class meeting, nongkrong dulu di ruang OSIS sama Ghiyats, Andre, Resa. Cuma ngobrol nggak jelas sih. Pertama ngomongin permainan, terus nyambung-nyambung ke kartun. Abis itu ngebahas bajunya Kurapika di HunterXHunter. Terus nyambung lagi ke ending Detektif Conan. Nggak jelas banget deh. Tapi betah. Iyalah betah, orang ada Ghiyats -__- Ghiyats makin hari makin absurd. Nggak jelas. Kayak mukanya.

Oh ya. Mulai sekarang gue mau nulis nama Ghiyats lengkap ah. Nggak enak kalau cuma nulis G. Kayak ada yang ngegantung gitu di otak. Jadi, selamat untuk Ghiyats, karena mulai saat ini, kamu bakalan jadi terkenal. Itu semua berkat blog aku. Jangan lupa bayar tagihan karena sering ngeliatin aku, yah...

Kayaknya nggak-gue-banget deh kalau nggak ada cerita. Tapi bingung mau cerita apaaaan. Duhs. Bentar deh, gue cari ide dulu...

22.36

Nggak.
Dapet.
Ide.
Sama.
Sekali.
Blargh.
Mungkin gue harus curhat tapi curhat apaaaan? Duh jadi serba salah deh. Duh. Yaudahlah udahan ajadeh. Gue juga udah ngantuk tapi belum mau tidur. Santai sih besok class meeting doang, tapi disuruh datengan jam 6.15. Rada kesel sih. Soalnya pernah pas hari apa gitu, gue bangun sambil teriak semangat dalam hati "Yes! Bisa tidur lagi--" dan ternyata gue harus berangkat pagi. Huft banged...

Terakhir, sebenernya ini nggak penting-penting amat sih tapi... Jadi ceritanya gue tiba-tiba keinget lagunya... lagunya siapa gitu gue lupa. Pokoknya di Glee Project S1 dinyanyiin sama si Lindsay pas final. Judulnya "Gimme Gimme". Dan lirik yang paling gue suka adalah:

"I don't mind if he's a nobody~
In my heart, he'll be a somebody~
Somebody, to love meee~"

Ciao! :* 

Friday, November 9, 2012

Cesim si Kucing Kantin

Males nulis cerita. Lagipula nggak punya cerita apa-apa. Eh, bentar. Kayaknya punya. Ah tapi nanti gue dikiranya mengumbar-ngumbar ke-unyu-an lagi. Kan nggak enak sama pembaca yang... yah you know lah.

Oh cerita yang ini aja. Jadi waktu hari Rabu kemarin, gue nemu kucing di sekolah. Bukan nemu sih, lebih tepatnya dia yang menghampiri gue. Kucingnya bagus, bersih, bulunya nggak rontok gitu. Dia juga ramah. Nggak kayak kucing Buana yang sombongnya minta dicium -__- Kan waktu itu gue lagi di kantin sambil makan mie, karena gue selalu baik hati terhadap kucing, gue kasih tuh pangsit mie. Ehhh dimakan sama dia. Pertamanya gue kira dia nggak suka. Pas gue kasih satu pangsit besar, langsung abis dalam waktu... 2 detik. Ckckck... Terus dia mukanya mupeng gitu. Karena nggak tega, gue kasih tuh mie rebus. Ehhh ternyata dia doyan juga! Mungkin karena dia laper, jadinya semua makanan dia lahap. Akhirnya gue makan berduaan tuh sama kucing. Sampe mie-nya udah abis, dia masih laper. Gue bingung mau ngasih dia makanan apa lagi. Ehhh tiba-tiba dia naik ke bangku di samping gue. Awalnya gue diemin tuh. Tau-tau dia nyamperin meja tempat mie gue berada. Langsung gue turunin tuh kucingnya. Daripada dia naik lagi, gue kasih sisa sayuran mie yang nggak gue makan. Ehhh dia doyan juga! Dilahap abis. Sampe yang ketiga kalinya, dia nyerah. Nggak mau makan itu lagi. Tapi dia nggak bisa diem. Naik lagi deh ke bangku. Terus jalan ke meja. Gue turunin lagi kan tuh. Mana di belakang gue ada kakak kelas lagi. Untung cuma berdua kakak kelasnya, coba kalau rame, bisa diketawain gue ngurusin kucing kelaperan -__- Akhirnya, karena takut dia naik lagi, gue kasih sedotan buat mainan. Ehhh dia mau. Tapi cuma sebentar. Abis itu dia nyariin mie lagi. Gue udah mulai panik. Akhirnya gue biarin aja kucingnya naik ke meja. Dan ternyata, dia minum kuah mie! Bener-bener deh kucingnya. Yang bikin seneng lagi, kucingnya tuh nurut kalau gue panggil. Uhh sayang banget deh sama kucing itu.

Terus tadi siang gue nyari nama yang cocok buat kucing itu. G pengennya Martin, gue pengennya Bitsy. Terus gue juga pengen namain Nudel, tapi nanti malah jadi kayak Udel. Akhirnya, ketemu nama Sawi. Tapi karena Sawi kurang unyu, gue pilih nama Cesim. Sayur cesim tau kan? Nah itu dia. Setelah deal sama G, kucing itu kita kasih nama Cesim. Oenyoe.

Terus tadi gue foto-foto sama Niken, Ria, Ria K, sama G juga. Setelah diliat-liatin sampe enek, gue udah milih best photos untuk hari ini.

Guenya dilalerin (//_-)

With Ria K.
Ehem. Tadinya gue mau masukin foto gue sama G. Tapi daritadi gue ngedit nggak ada yang bagus. Jadi... lain kali ajalah. Lagipula nggak ada untungnya juga kan buat kalian? Nggak penting kan? Nggak guna kan? Iya gue tau semua itu percuma buat kalian. Oke fine. Kita putus. Besok blog ini bakalan gue hapus...............................

Nggak ding. Canda. Udah ah. Ciao!

Thursday, October 11, 2012

Untold Story

3,5 years ago.

Dal hanya bisa tersenyum sambil menatap sederet angka di buku catatannya. Seorang temannya memberikannya nomor telepon Ren. Ya, Ren si cowok imut yang sudah lama ia taksir. Kini, Dal bingung harus berbuat apa dengan nomor itu.

Tiba-tiba tangannya bergerak di atas keypad HP-nya. Sebelum mengirim pesan singkat tersebut, ia menarik napas dalam-dalam. Ia memejamkan matanya dan mengirim pesan tersebut. Klik. Dan pesan pun terkirim. Dal terdiam di atas tempat tidurnya. Ren... Betapa indahnya ciptaan Tuhan yang satu itu. Ren termasuk anak pendiam, prestasinya juga tidak terlalu gemilang. Tapi Dal sangat tergila-gila padanya. Pada wajahnya yang terkesan innocent, pada gaya berjalannya yang menambah kesan pendiamnya.

HP-nya berbunyi, tanda ada sms masuk. Ia membukanya dengan penuh harap. Ren membalas sms-nya. Akhirnya ia bisa bercakap dengannya meski hanya lewat sms.

Dal mendapat balasan yang standar, "Ini siapa?"

Dengan penuh percaya diri ia pun membalasnya, "Ini Ren, kan?"

Namun sayang, sang pemilik nomor memberikan jawaban yang mengejutkan. "Bukan."

"Tapi katanya ini nomornya Ren."

"Bukan! Saya bilang bukan, ya bukan!"

Dal tetap bersikukuh bahwa itu adalah nomor Ren. Sampai akhirnya, si pemilik nomor itu kesal dan menelepon Dal. Dal panik. Ia menjawab telepon tersebut dengan takut.

"Saya bukan Ren," kata orang itu.

"Terus siapa, dong?"

Setelah itu, Dal secara resmi berbicara dengan orang asing. Dan saat orang asing itu berbicara, Dal merasa bahwa orang asing ini jauh di atasnya. Jauuuh sekali. Tapi ia berusaha untuk tetap positif. Ia tidak memikirkan apapun, atau mungkin memang tidak ada yang perlu dipikirkan. Ini hanya perkara salah nomor. Hal seperti ini sering terjadi pada waktu itu.

Namun ternyata, alam berkata lain.

Orang asing itu--yang kini diketahui bernama Jer--justru menjadi teman Dal. Mereka sering sms-an. Dan Jer menceritakan bahwa sudah banyak orang yang mengira dirinya adalah Ren. Ternyata bukan hanya Dal. Jer juga meminta maaf karena sempat berkata kasar sewaktu meladeni sms-sms annoying dari Dal. Mereka terus berkomunikasi lewat HP. Jer menjadi teman ngobrol yang asyik, begitu pula sebaliknya. Mereka saling bertukar cerita. Firasat Dal ternyata benar bahwa Jer ini jauh di atasnya. Awalnya ia agak takut karena jarak antara mereka terlampau jauh. Ia juga takut dengan perasaan aneh yang mulai muncul dalam dirinya. Ia senang mengobrol dengan Jer. Tapi... yah, masalahnya hanya itu: jarak. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menjadi saudara, abang dan adik.

Ikatan itu terus berlanjut hingga pada suatu hari, Jer menyatakan sesuatu yang selama ini ditakuti oleh Dal: Jer menyayangi Dal, lebih dari sekedar saudara. Dal tahu hal semacam ini pasti akan muncul cepat atau lambat. Ia sudah melihat teman-temannya mengalami hal yang sama. Dal tidak tahu harus berbuat apa. Sebenarnya Dal juga menyayangi Jer. Namun, ia tidak bisa mengungkapkannya. Dal hanya mengelak setiap kali Jer menanyakan perasaannya. Lama kelamaan, Jer mengambil keputusan bahwa Dal tidak menyayanginya. Cinta Jer bertepuk sebelah tangan. Dal ingin mengutarakan perasaannya yang sesungguhnya tapi ia tidak pernah bisa. Ia memilih untuk menyimpannya untuk dirinya sendiri.

Hari demi hari, bulan demi bulan. Mereka terus berkomunikasi. Jer senang menelepon Dal. Biasanya Dal hanya mau ditelepon jika sedang berada di luar rumah. Pada saat itu, bertelepon dengan orang asing bisa memancing pertanyaan dari orang tua Dal. Dan Dal tidak suka dan tidak mau diinterogasi.
Pernah suatu siang, Jer menelepon Dal.

"Tahu lagu ini?
'Semua yang kumau, hanyalah dirimu, satu...
Kaulah jawaban semua doa...
Semua yang kurasa, rindu dalam asa di dekap cinta...
Hatiku untukmu...'"

"Oh, tahu tahu. Kenapa?"

"Lagu itu buat kamu..."

"Terima kasih...," adalah kalimat yang bisa Dal ucapkan.

"Saya pingin ngasih kamu kaos. Gambarnya lucu, deh."

"Gimana cara ngasihnya?"

"Ya saya kirim ke rumah kamu."

"Ih, nggak usah. Nanti repot."

Begitulah. Entah bagaimana Dal dan Jer bisa ngobrol tentang apa saja. Dari hal-hal kecil yang tidak terlalu penting, sampai hal-hal yang aneh.

"Saya lagi baca novel Spiderwick."

"Saya udah nonton film itu. Bagus kok ceritanya."

"Di situ ada Ogre-nya kan?"

"Iya, Ogre-nya kayak kamu."

"Kalau saya Ogre, berarti kamu Troll-nya."

"Hahaha. Nggak papa. Kita sama-sama jadi monster, sama-sama jelek."

Panggilan itu terus berlanjut. Dal memanggil Jer dengan sebutan Troll, dan Jer memanggil Dal dengan sebutan Ogre. Keduanya monster. Keduanya menyeramkan. Keduanya satu jenis. Keduanya mungkin bisa cocok.

"Udah ngantuk belum?" tanya Jer ketika mereka sedang sms-an hingga larut malam.

"Belum..."

"Kalau udah ngantuk bilang ya."

"Iya..." Dan setelah membalas, Dal tertidur. Jer gemas hingga akhirnya ia mengirim sms,

"Yaaahhh, ditinggal tidur lagi..."


"Kamu tuh pasif banget, deh. Jadi aktif, dong!"

"Terus saya mesti ngapain biar jadi aktif?"

"Ya nanya kek. Masa' saya melulu yang nanya."

"Oke, oke. Saya nanya, ya. Lagi apa?"

"Lagi sms-an."

"Oh, yaudah. Hehehe."

"Iiihhh... Dasar jelek!"

***

Suatu malam, Dal dan Jer memutuskan untuk "menjadi seperti biasa" dan berhenti berkomunikasi. Dal sangat sedih. Tapi ternyata keputusan itu tidak diindahkan lagi karena mereka kembali berkomunikasi. Walaupun tidak seakrab dulu, tapi mereka tetap berkirim pesan singkat dan sesekali bertelepon.

Dal tidak tahu kapan persisnya mereka putus komunikasi. Dal sudah semakin dewasa dan ia punya banyak kegiatan seru di sekolahnya. Ia tidak pernah mengirim sms berisi sapaan kepada Jer. Ia sudah gengsi untuk mengirim sms semacam itu. Lagipula, Jer pasti juga sama sibuknya. Ia punya banyak kegiatan yang lebih banyak di luar sana. Tidak mungkin Jer hanya memikirkan Dal. Akhirnya, mereka secara resmi "berpisah".

Today.

Dal masih mengingat masa-masa ia bersama Jer. Suaranya yang seperti anak-anak ketika ia merungut pada Dal, pesan-pesan singkatnya, pertanyaan-pertanyaan bodoh yang Jer lontarkan kepada Dal... Adakalanya Dal merindukan Jer. Ia ingin mengobrol dengan Jer seperti dulu, berkirim sms seperti dulu. Sekedar mengobrol ringan saja. Namun Dal tidak pernah punya cukup keberanian untuk memulai percakapan. Meskipun ia mengingat betul nomor Jer, ia tetap tidak mau. Ia tidak berani. Ia... takut...

Ia tidak ingin melupakan Jer. Ia memang tidak ditakdirkan untuk selamanya bersama Jer, tapi ia mempunyai hak untuk menyimpan setiap kenangannya dengan Jer. Hubungan yang aneh dan bisa dibilang tanpa status itu akan selalu diingat oleh Dal.

Trims, Jer a.k.a Troll. Ogre misses you so damn much.

THE END.

Monday, October 8, 2012

Randomonday

Nggak ada matinya bikin percakapan bodoh sama Andi. Sebenernya isi percakapannya itu nggak bodoh sih. Cuma cara kita ngobrolnya aja yang rada sinting. Jadi awalnya gue iseng doang nge-tweet buat si Andi, tapi tanpa mention orangnya. Bego-nya, si Andi malah ngelanjutin. Akhirnya, kita kayak remaja primitif yang nggak tau fungsi tombol reply itu untuk apa. Hah...

By the way, daritadi gue nyanyiin lagunya Mocca yang Hyperballad mulu. Dan gue baru tau kalau lagu itu ternyata lagunya Bjork. Dan ternyata setelah gue dengerin lagu aslinya alias empunya si Bjork, itu lagu beda banget sama yang biasa gue denger. Mocca bener-bener gila nge-cover-nya. Gue kira lagu aslinya itu sama-sama mellow juga, ternyata, berbeda 360 derajat. Great job, Mocca. Harusnya lagu Hyperballad itu buat unyu-unyuan tapi karena kalian menyanyikannya dengan superballad, saya jadi pake lagu itu buat nge-galau...

Oh iya, tadi kan gue hari pertama midtest. Hahaha. No preparation, belajar juga cuma sekilas-sekilas. Alhamdulillah tahun ini gue dapet tempat duduk strategis PLUS seruangan sama Indah und Rafi. Depan gue Imam pula. Kurang nikmat apa coba? Terus abis ujian gue nggak langsung pulang. Gue ngerjain tugas Matematika sama Rafi dan Indah. Sebenernya lebih tepatnya makan jamur bersama sih, dibandingkan belajar bersama. Tapi kita tetep ngerjain tugas kok. Dan oh iya, jamurnya gue yang beli lho. Pake duit gue. Ceban, men. Si Rafi nyumbang goceng. Si Indah tinggal makan. Kampret lu, Ndah -__- Tapi nggak papa lah. Sekali-sekali nyenengin temen.

Sebenernya nih ya, kalau boleh jujur, gue tuh tadinya pengen nulis cerita. Ceritanya tuh tentang... monster gitu. Namanya Troll. Dan ceritanya gue ketemu Troll ini sekitar 3,5 tahun yang lalu. Nggak ketemu secara langsung sih, tapi... yaa kita sebut aja ketemu.

Ah udahan ah. Kalau gue lanjutin, nanti dikiranya gue ngikutin G lagi, mosting tentang orang. Udah ya udah. Gue mau lanjutin buku paket Matematika ini, belum selesai-selesai masa dari tadi. Kurang gaul apa coba. Sekarang lu bayangin ya. Bab peluang itu ada 3 bagian, bagian pertama itu soal latihannya ada 10+ UK ditambah EP dan EK. Bagian kedua 8 UK plus EP, EK. Bagian ketiga 5 UK plus EP, EK. Mabok nggak sih lo ngerjain soal dadu, duit logam, kartu bridge, domino, kombinasi, permutasi, dan tetek bengeknya? Gue aja tadi sampe puyeng gitu. Akhirnya gue tidur sebentar supaya otak gue kembali pulih. Huh... Kenapa selalu kami yang jadi korban, para pelajar ini? Kami--maksud gue beberapa di antara kami--jomblo, sulit mengerti perasaan si dia, tapi kenapa kami juga harus mengerti perasaan Mami-Papi? Ah...

Ah gembel banget. Gue nulis ngalor-ngidul lagi kan. Yaudahlah ya, kalian juga udah terlanjur baca. Jadi bukan salah bapak pake sarung, kan?

Wednesday, August 22, 2012

Pertanyaan Nggak Dijawab, Gombalan pun Melayang

semua berawal ketika teman gue, Dinar, mengirimi gue Direct Messages. awalnya gue kira ini masalah serius sampai-sampai dia mesti ngirim DM ke gue. setelah gue buka, ternyata dia cuma nanya begini:

"Del, lu buka YouTube deh. Liat video-nya Aulion yang 'Like a G6'. Please, ada yang mau gue tanyain."

sebelum si Dinar ngirim DM itu, gue udah pernah nonton video-nya si Aulion ini. keren-keren, deh. umur kayaknya nggak beda jauh sama gue #kode. yah, lebih tua dia sih setau gue. pertama kali gue liat video dia di grup KOFIMATANG. si kak Dion nge-share video dia. gue liat dan keren. apalagi ide ceritanya. terus gue iseng-iseng liat video yang lain. ternyata orang ini udah masterzzz triple Z. hehe. btw, orangnya lumayan ganteng lhooo... *terdengar teriakan 'Terus gueh mesti bilang WOW getoh?'*

kembali ke Dinar. setelah gue balas DM-nya, dia langsung nanya via non-DM. maksudnya nggak DM-DM-an lagi gitu. mention-mention-an biasa aja. nah ternyata eh ternyata, dia mau nanya ke gue tentang efek yang dipake Aulion di awal video G6-nya. efeknya sih kayak kaset rusak gitu; maju-mundur diulang-ulang. you ngertilaaah.

berhubung gue masih awam di dunia edit-meng-edit video, gue jawab aja nggak tau. karena si Dinar penasaran, gue suruh dia tanya langsung ke orangnya. dia bilang katanya dia pernah nanya tapi nggak dibales.

dan di sinilah canggihnya tangan gue beraksi.

gue bilang ke Dinar, "Lu jangan nanya pake kalimat sayang. Pake kalimat biasa aja. Wkwk."

bodohnya, Dinar menjawab, "Lah gue nanyanya pake kalimat cinta, Del. Wkwkwkwk. Emang kalimat biasa yang kayak gimana?"

"Yang biasa tuh gini: 'Kak Aulion, bapak kakak tukang parkir, ya? Karena video kakak ada adegan maju-mundurnya'.

gue, sebagai pelaku yang menulis kalimat barusan, merasa santai. santai aja, men. setelah mention itu gue kirim ke Dinar, gue off sebentar. pas gue buka Twitter lagi, gue cek mention dan liat si Dinar bales mention gue dua kali. seperti ini, yang pertama yang tengah, yang kedua yang paling atas.


DAAANNN, mention Dinar yang ataslah yang membawa keterkejutan di malam hari gueee.
gue tau Dinar cuma bercanda ngirim mention gue ke Aulion. otomatis gue biasa aja. gue langsung balik lagi ke timeline dan mulai nge-tweet seperti biasa. sampe pada akhirnya, gue nge-cek mention(s) dan gue kaget liat mention dari orang yang bukan temen gue. walaupun awalnya gue kira itu temen gue, ternyata bukan. scroll ke bawah, ternyata ini karena Aulion bales mention gue dengan,


secara followers dia banyak, jadi banyak yang liat kan dia nge RT-ply tweet gombalan-maut-iseng gue. udah gitu dia nggak bawa nama Dinar juga lagi! ih ih. jadilah beberapa orang memberi komentar. yang kena gue lah. yaa nggak papa sih. secara komentar-komentarnya banyak yang ketawa. I'm happy you laugh because of me, guys! gue sendiri ngakak kalau baca tweet gue yang gombalan itu. sumpah, gue nggak tau bakal menyebar begini. blame on Dinaaar!

jadi, kak Aulion yang ganteng dan keren, maaf ya bikin kakak risih dengan gombalan maut saya. seharusnya itu ditujukan untuk orang lain... *sok abis* terima kasih juga karena telah membuat saya marah-marah sama Dinar. dia memang patut disalahkan. oh tenang, saya nggak nyalahin kakak, kok. tapi... ah sudahlah. and one more thing, kak. bales pertanyaan si Dinar dong. seandainya waktu dia nanya kakak bales, nggak akan ada gombalan maut itu, kak. nggak akan.....


P.S: gue dengan senang hati mempromosikan link YouTube-nya kak Aulion. tuh di atas ada tuh, klik aja nama dia yang warnanya pink. oke? sip. oh iya, ini promosi sukarela, kok. saya nggak minta bayaran, kak. yaa tapi kalau diajarin bikin video sama ngedit sih bolehlaaah. hehehe.

Saturday, July 21, 2012

Hashtag Eaa

abis cerita-cerita sama Andi via sms. seru deh kalau cerita sama temen. walaupun diketik, tapi tetep bisa mengalir ceritanya. emang sih, pegel. secara sekali sms gue sampe ngirim 3 teks. gimana nggak niat coba?

jujur nih ya. barusan gue udah ngetik sampe tiga paragraf. tapi langsung gue hapus. emang dasar lagi nggak ada ide sih. sok-sok pengen nambahin postingan. huh.
tapi, daripada postingan ini jadi mubazir, mending gue isi dengan cerita gue aja. ya emang harusnya cerita gue, kan ini blog gue. jadi ya terserah gue. lo gue end #apasih

gue mau cerita. kalian tau nggak? di draft blog gue ini, gue nyimpen puisi. seriusan nih. gue waktu hari apa gitu, malem-malem gitu gue nulis puisi. mau tau nggak puisinya tentang apa? nggak mau tau? yaudah nggak gue lanjutin. dasar, anak alay kalian semua. aaa-laaayyy.

oke, canda. nggak serius.

gue waktu itu entah lagi kesambet apaan, tiba-tiba aja gue buka halaman postingan baru, dan gue langsung ngetik apa yang ada di pikiran gue. lebih jelasnya, apa yang ada di pikiran gue tentang dua cowok yang mampir di hati otak gue. tumben-tumbenan tuh gue bisa nulis sampe abis. biasanya kalau gue baca ulang, langsung gue hapus tuh. tapi kali ini nggak. puisi itu masih ada di draft gue. belum gue kasih judul, tapi baru dua kali gue baca puisi itu. asli, keren deh. hehehe. sekali-sekali bolehlah memuji karya sendiri.

nih ya, puisi ini kalau si Andi yang baca, dia pasti ngerti. beuh, ngerti banget. coba kalau kalian-kalian yang baca, pasti kalian bakalan nanya-nanyain gue tentang dua cowok kampret ini -__-
ah, cowok-cowok rese. dateng nggak diundang, sampe sekarang belum pulang-pulang juga. tapi sayang juga sih kalau mereka pulang. entar gue nggak punya laporan terkini lagi buat si Andi. tapi kalau keseringan liat mereka, bawaannya gemes gitu. apalagi yang satu tuh, yang putih itu. ih, gemes maksimal gueeh. mana skala perbandingan gue ketemu dia lebih banyak lagi daripada ketemu yang satunya. ih ih. bete deh aku jadinya.

tuh kan, kebongkar dikit kan. nanti pas di sekolah kalian pasti bakalan nyariin cowok yang putih deh. ugh. gatel deh nih tangan pengen cerita di blog tapi takuuut. takut dibilang galau lah, modus lah, apa lah. ih. bete lagi kan jadinya.
intinya, ini cuma postingan sambil lalu ya. agak nggak penting sih apalagi karena gue terlalu banyak nyebut nama temen gue. terus apa gunanya gue capek-capek duduk di depan Resus dan nulis postingan nggak penting?
oh iya, kenalin, Resus, sahabat baru gue. setia dibawa kemana aja, meskipun harus sering-sering di charge. eaa. hahaha.

udah, ya? udah aja kali, ya. gue tau sebenernya kalian bosen kan baca blog gue? sebenernya diam-diam kalian mengharapkan sesuatu yang wah bakalan gue tulis. tapi apa daya, ide udah mentok. kalaupun mau nulis yang wah, gue harus nyeritain semua kisah-kisah gue yang tidak baik untuk dikonsumsi publik. cih bahasanya. udahlah, kita akhiri saja pertemuan kita di malam minggu ini. semoga kalian yang pengen cepet dapet pacar bisa segera dapet, semoga kalian yang keseringan kena modus bisa modusin orang, semoga kalian yang suka modusin orang bisa ngerasain gimana rasanya dimodusin, semoga kalian yang sedang enak-enak pacaran nggak terganggu sama postingan gue ini, semoga kalian yang belum bisa move on bisa segera move on dan kembali ke dunia nyata,

semoga kamu yang sering bertingkah bisa segera menetapkan sisi asli kamu dan bisa ngomongin soal buku cerita lagi sama saya, dan semoga kamu yang sudah dua kali beradu-pandang dengan saya bisa berhenti melakukan pose sok-cool di depan kamera, karena kamu jauh lebih ganteng kalau foto sambil senyum :)

Wednesday, May 30, 2012

Postingan di mana Penulisnya Kejebak di Teras Rumah



Monday, May 28, 2012

Restu Terselubung

Gue: "Si Y tuh, pacaran sama kakak kelas. Palingan di bawa ke danau Cipondoh."
Nyokap: "Y? Udah punya pacar dia?" 
Gue: "Ya... Udah."
Nyokap: "Kamu kok nggak punya pacar?" 

*hening 3 detik* 

Gue: "Ah, nggak ada yang seru!" (pikiran mulai melayang)
Nyokap: "Oh, nggak ada yang sreg, ya?" 
Gue: "Iya. Giliran ada yang sreg, udah punya pacar. Haaahhh."
Nyokap: "Hmhmhm..." *ketawa diem-diem*

Friday, March 30, 2012

Aku Manusia Ternyata

cuma mau ingetin, waktu liburan kalian kurang lebih tinggal... 2 hari 12 jam lagi.

AH GILAK. rasanya singkat banget. pas mendekati liburan tuh gue ngebayangin 10 hari liburan itu cukuplah buat nyantai-nyantai. kenyataannya, kurang. emang dasar manusia nggak ada puasnya -____-

sekian dari Adella, Wassalam!

*hening*











*masih hening*












okay, guys. stop scrolling now. postingan ini resmi selesai. adios!

Saturday, March 3, 2012

Moustache-Moustache-An

hello, guys. Adella again. yaiyalah.
well, I'm not going to post a story, or write something that funny, tapi gue pengen share photos aja. bahahaha.

tadi, gue bereksplorasi dengan kamera gue. awalnya gue bikin foto yang bentuk-bentukin huruf gitu lhooo (yak, gue tau gue norak. gue baru tau tekniknya sekitar sebulan yang lalu -___-). karena bosan, gue beralih ke diri gue sendiri. berdiri di depan kaca, pegang kamera, berpose, lalu... cekrek.

tapi ternyata itu masih kurang seru juga. akhirnya gue memutuskan untuk bikin foto dengan properti kumis-kumisan. ini yang gue maksud bukan kumis Indonesia, ya. moustache-moustache orang Italia gitu. yang suka main Tumblr pasti tau deh.

maka, jadilah gue berpose dengan kumis-kilat-1-menit.



Di toycamera dikit. Biar unyu.
I love moustache. I mean, Italian moustache, ya. jambang juga unyu. jenggot... lumayan. tapi jijik. oke, ini kok jadi ngomongin bulu-bulu wajah, ya..........

Thursday, February 2, 2012

Short Message

it seems like I have a lot of things to say. especially about that-guy-with-glasses-and-chin-hair-and-11'sgradegirlfriend-and-blah-blah-blah. tapi sepertinya ini bukanlah saat yang tepat untuk ber-curhat-ria jadi,

tunggu tanggal mainnya.

*special effect: JENG JENG*

Wednesday, January 18, 2012

(Before) Getting Older



Thursday, November 24, 2011

2 TAHUN NIH, YEE!

kalian tau hari ini hari apa? hari Kamis? ya, dan sekarang tanggal berapa? ya, tanggal 24 NOVEMBER 2011. ada apakah gerangan pada tanggal ini...?

...

...

...

IT'S MY BLOGDAY!!! HE'S ALREADY 2 THIS YEAR!!!

HAPPY BIRTHDAY TO BLOOOGGG!
HAPPY BIRTHDAY TO BLOOOGGG!
HAPPY BIRTHDAY! HAPPY BIRTHDAY! HAPPY BIRTHDAY TO BLOOOGGG!

ehem. hari ini, kamu udah berusia 2 tahun sayang. tetep setia yah sama aku. jangan lirik sana-lirik sini. karena aku selalu di sini #eaa
pokoknya, buat Blog, terima kasih karena selalu menampung segala keluh, kesah, kisah, dan segalanya mulai dari yang sedih, memalukan (sangat sering kalau yang ini), jatuh cinta (iya aku tau kamu sedikit jealous), marah-marah nggak jelas, semuanya deh! terima kasih, Blog!

untuk harapannya... yah... yah... harapannya deh! *eh.

sekian untuk pesta ulang tahun kecil-kecilannya! sekali lagi, HAPPY BLOGDAY, MY LOVELY-LOVELY-UNYUEH-BLOG! keep cool and funny, okay!

Muka bahagia, hanya untuk Blog-Tersayang. Peluk, cium, muach.

P.S.: maaf untuk foto yang berlebihan itu...

Tuesday, November 15, 2011

Papa Kamu Dokter Gigi, ya...

sedang asyik-asyik ngaca...

Ferdi: "Eh, Bahasa Indonesia udah belum?" *sambil naik ke atas*
Gue: "U...dah. Tapi... belum."
Ferdi: "Gigi lu ada item-item."
Gue: *setengah nggak denger* "Si Ferdi ngomong apaan, sih?"
Ria: "Gigi lu ada item-item, Del."
Gue: "Ooh." *membersihkan gigi*

7,5 detik kemudian...

Gue: "EEEHHH!!!??? TADI SI FERDI YANG NGOMONG GITU?! LHAAA!!!"
Ria: *ngakak*

Wednesday, September 7, 2011

My reaction when I think someone called my name:


(via: wowfunniestposts)
© based on a true story.
Maira Gall