Thrilling Moment
Showing posts with label Thrilling Moment. Show all posts

Thursday, June 14, 2012

Jangan Macam-Macam, ya Sama Pelajar Intelek

class-meeting sudah selesaaai! Alhamdulillah... tapi ternyata ada acara MBS nanti. rasanya pengen ngomong kampret tapi agak ketahan-tahan gitu. haaahhh. bakalan rapat pas liburan, nich. semoga aja rapatnya pas gue pergi jalan-jalan sama keluarga. myehehehe.

oke. karena hari Kamis ini adalah hari terakhir class-meeting, yang berarti pulang lebih cepat dari hari-hari sebelumnya, maka gue, Milan, dan Ria berencana menghibur diri dengan menonton sebuah film yang sama sekali nggak pernah terlintas di otak gue buat nonton ini film. well, the title is Snow White and the Huntsman. gilak. ternyata film-nya berantem-beranteman doang. yah, cerita si Snow White-nya mirip sih kayak Snow White kartun dulu itu. bedanya palingan ya itu, lebih action gitu.

but, the main story isn't about the movie. it's all about HOW WE GET TO CBD. yeahs, baby. I'm gonna tell you the whole story......

jadi seperti yang tadi gue bilang, gue, Milan, dan Ria pengen nonton. kita memutuskan untuk nonton di CBD. alasannya ya karena deket -__- maka kita berjalanlah ke CBD dengan mantap. ralat, gue doang yang mantap. Milan dan Ria agak ragu-ragu karena kita dari sekolah, masih pake rok dan sepati sekolah. you know lah peraturan mall-mall di Indonesia. tapi gue meyakinkan mereka bahwa kita pasti boleh masuk. pasti.

sampai di sana, gue dengan pedenya berjalan masuk ke pintu utama mall-nya. tapi, nggak ada angin nggak ada kentut, satpam memanggil gue.

"Maaf, roknya bisa diganti dulu ya dengan celana."

gue langsung memasang muka heran dan bertanya, "Lho, emangnya kenapa?"

"Sudah peraturannya, dek. Kalau pake seragam lengkap nggak boleh masuk."

"Lha, ini bukan seragam lengkap, Pak." ya, tadi itu gue pake kaos dan kardigan. tapi bawahannya tetep rok abu-abu.

"Maksudnya... blah... blah... blah..." gue nggak tau dia ngomong apaan. yang jelas, tampangnya itu kayak di skak-mat sama gue. hah. dia mau main ketelitian pendengaran ternyata.

karena posisi gue belum menang telak, otak gue pun berpikir cepat. gue langsung jawab, "Tapi ibu saya ada di atas!" cangak. gue ngebohong banget. padahal nyokap gue lagi di rumah nonton film.

ternyata, si satpam nggak ketipu sama gue. dia tetep keukeuh nggak ngebolehin gue masuk. "Kalau mau panggil ibunya ke bawah." dia malah bales begitu. yaudah, gue ngalah. kita bertiga keluar dari pintu. Milan ngajakkin lewat pintu belakang. okelah. daripada sia-sia nggak ngapa-ngapain ke CBD.

jalan ke bagian lain CBD. gue disuruh jalan duluan sama Milan dan Ria. akhirnya gue masuk dengan hati deg-deg-an dan muka polos. sebelum masuk ke pintunya, gue sengaja ngeluarin hape. biasanya sih kalau gue janjian sama nyokap, gue pegang-pegang hape sambil masuk gerbang. dan biasanya sih nggak ada yang cegat. hehehe.

jalan lagi dengan pede tapi tetep deg-deg-an. sudah masuk pintu, gue dan kawan-kawan gue kembali di cegat satpam. kalimatnya sama kayak satpam yang pertama. tapi orangnya beda. yang ini lebih muda. sok-sok senyum segala lagi. tapi kali ini, gue mengeluarkan tampang bete. guenya sih niatnya mau tampang bete, nggak tau deh jadinya tampang gue gimana. hehe.

"Ibu saya udah nungguin di atas, Mas," kata gue dengan nada (dibuat) kesel. si satpamnya masih keukeuh nggak ngebolehin. terus akhirnya gue sok-sok ngedumel sekali lagi (tetep sambil megangin hape dan mengecek jam tangan) dan akhirnya si satpam bilang,

"Bener ibunya ada di atas?"

"Bener," jawab gue mantap. muka gue meyakinkan sekali pastinya. dan si satpam senyum tipis (tuh kan dia sok-sok senyum lagi) dan gue mengkonfirmasi lagi, "Jadi boleh, nih?"

"Iya, boleh."

HELL YEAH! gue berhasil. kita bertiga berhasil menerobos si satpam itu. bahahaha! gue langsung naik eskalator dan Milan dan Ria mulai berkomentar mengenai akting gue dengan para satpam itu.

"Gila lo, Del. Aktingnya tuh meyakinkan banget. Parah. Parah abis."

gue ngakak. sebelum nonton kita makan siang dulu. dan sepanjang makan itu, yang kita ngomongin kejadian tadi aja. lawaq abieezz. bahahahaha.
oh, dan di bioskop, rada error juga. maklumlah, kalau udah bareng temen, bawaannya pengen lawak mulu. di bioskop nggak bisa diem. ketawa aja mulu. gilak. bener-bener pelajar gilak.

Tuesday, September 27, 2011

Ampun Kakak, Jangan Ikutin Saya...

entah kenapa, penulis blog macam gue dan teman seperjuangan gue yang lainnya, selalu punya pengalaman memalukan. mulai dari yang malu-maluin banget, sampai yang bikin ngakak nggak ketulungan. nah, kebetulan tadi pas gue lagi nongkrong asyik di kamar khusus, gue tiba-tiba teringat kembali akan memori memalukan yang terjadi ketika gue duduk di bangku SD...
gue merasa, dulu, SD gue ini nggak punya peraturan yang beraaat banget. nggak kayak SMP, atau SMA. mau berisik, silakan. nilai KKM aja nggak tau gue pas SD itu ada apa nggak. terus juga kalau jam kosong, mau keluar-keluar juga terserah.

dan waktu itu, gue lagi kejar-kejaran sama temen cowok gue, Raihan.
sedikit tentang Raihan, dia kecil kurus, kulitnya hitam gitu, dan terakhir gue ketemu dia, dia nampak... gaul. oke skip.
jadi ceritanya kita kejar-kejaran tuh. nggak tau deh kenapa bisa tiba-tiba main kejar-kejaran.

pas gue masih SD itu, gue (entah kenapa) kalau lagi dikejar sama temen pasti langsung kabur ke kamar mandi. mungkin pada saat itu gue berasumsi bahwa toilet merupakan tempat aman. paling aman malah. makanya gue selalu ngibrit ke situ. begitu pula kejadian kejar-kejaran gue sama Raihan. gue langsung kabur ke toilet. padahal tadinya gue mau ngumpet di pohon dulu. terus ngintip-ngintip sedikit. terus si Raihan nengok-nengok gitu. terus kain yang gue pake terbang. terus diambil sama si Raihan. terus... terus...

*please stand by*

oke, stop ngelantur. intinya gue ke toilet. dan ternyata berhasil! si Raihan nggak ngejar gue lagi. yeeeaaahhhsss!

sekedar info, yang gue maksud dengan "kabur ke toilet" itu sama dengan "ngumpet di dalam toilet". jadi situasinya adalah yaa gue masuk ke salah satu bilik toilet. setelah agak lama nunggu sambil ketawa ngikik ngebayangin si Raihan yang gagal ngejar gue, gue balik badan gue (yang tadinya menghadap pintu).

kemudian gue sadar...

gue nggak sendirian di toilet itu.

di belakang gue... terlihatlah...


SEORANG ADIK KECIL YANG LAGI NONGKRONG DI WC! HUANJRIIITTTTTTT!!!

suasana langsung hening. dia ngeliatin gue dengan cengok-nya. dan gue yang bener-bener nggak tau kalau ada SI ADIK KECIL itu yang LAGI MENUNAIKAN TUGAS SUCI, cuma bisa malu dan ngomong, "Eeeh, ada orang." dan begoknya, gue nggak langsung keluar. gue mikir dulu di situ. padahal jelas-jelas yang harusnya gue lakukan adalah CEPETAN KELUAR DARI SITU BEGOK! ITU ANAK MAU LANJUTIN BUANG HAJAAAATTT!!! akhirnya gue keluar dengan sangat, amat, teramat, banget malu. di luar, tidak lupa gue menutup pintu kamar mandinya lagi karena gue takut privasi si adik kecil terganggu. oleh orang. macam gue. lagi. hhh...

sejak kejadian itu, guee jadi suka parno kalau lagi di kamar mandi. gue takut lagi asyik-asyiknya nongkrong tiba-tiba ada tahanan perang ngumpet di toilet yang lagi gue pake. sumpah, absurd sekali...

Sunday, July 17, 2011

MBS dan Kawanannya

yak. tanpa perlu basa-basi lagi, siang ini gue akan menulis tentang Masa Bikin Susah ini atau yang biasa disingkat menjadi...

M.B.S.

wow.
yah, silakan ber-wow-ria. karena gue yakin seyakin-yakinnya, setelah kalian baca postingan gue kali ini, kalian akan mengalami depresi berat, hidung kembang-kempis, mual, bibir pecah-pecah, sariawan, dan segala macam yang nggak gue tulis karena terlalu lebay atau berlebihan.

so, stop bacoting and let me start this story.

***

berawal dari diterimanya gue di SMAN 3. eits, bagi yang belum baca postingan susah-duka perjuangan gue mempertahankan hak gue di SMAN 3, baca dulu. postingannya tepat sebelum postingan yang ini. yah, biar wawasan kalian tambah luas juga kaaan...? *ting-ting-ting*

yak, intinya gue udah diterima sebagai CALON MURID SMAN 3. iya, penekanan di kata CALON. mengapa? karena gue belum beli rok abu-abu? karena gue belum terlalu tinggi untuk jadi anak SMA? nggak tau juga deh yaw.
tapi menurut insting gue, kenapa kita (gue dan temen-temen lain maksudnyaaa) masih disebut calon karena... kita belum melewati Masa Bikin Susah yang tadi gue tulis di atas. ya, pasti karena itu.

oleh karena itu, di semua SMA-SMA di Indonesia (mungkin, ya) ada acara MBS itu. dan gue jadi korbannya tahun ini, bersama ceman-ceman lainnya yang juga merasa ter-stres-kan. oke lebay.

jadi, gue persembahkan, sebuah cerita yang gue yakini bakalan panjang banget. sebuah cerita di mana semua tokoh-tokoh di dalamnya nyata. sebuah cerita di mana gue menjadi pemeran utamanya. sebuah cerita di mana--

-____-

The Day Before Day 1: Kantuk Melanda Diriku
MBS dimulai hari Senin dan berakhir hari Rabu. pas hari Minggu-nya, kebetulan di SMAN 3 diadain acara demo ekskul. sayangnya, gue males buat ceritain gimana demonya dan bla-bli-blu-nya. intinya gue ikut ekskul Film. titik. sekian.

di akhir hari Minggu yang cerah gemintang (?), tiba-tiba kakak-kakak panitia datang ke kelas gue.

oh sebentar. sedikit info. selama MBS kita dikelompokkan menjadi empat gugus. gue tergabung dalam gugus 3 bersama 60-an anak lainnya. sekian dari info.

lanjutin lagi yang tadi. tiba-tiba mereka dateng ke kelas gue. ramean. dan salah satu dari mereka memakai atribut yang... bisa dibilang unik. tapi dibalik keunikannya, terdapat kutukan mahadaya cinta...

"Oke. Kita mau kasih tau tentang kostum buat tiga hari ke depan. Jadi di sini ada..."

ada sebuah baju rompi dari kardus yang lumayan keren. mereka mulai ngejelasin harus dibikin dari bahan apa, dilapisin pake karton warna apa (gugus gue warna merah), DAN satu lagi yang bikin gue nyesek.

di samping kanan bawah rompi, HARUS ditempelkan sebuah foto diri ukuran 4R.

yaelah, itu mah cetek, Del. sumpah, lu mah suka lebay.

oh, cetek, ya? iyalah kalian bisa ngomong cetek, gampang. karena kalian belum tau persyaratan fotonya.
fotonya HARUS bergaya... alay.
ya, alay. 4L4y.

gue shock. gue jantungan. gue kejang-kejang di tengah kelas. akhirnya kakak-kakaknya kasian liat gue dan membatalkan semua atribut yang harus dibawa. MBS dihapus. hanya karena gue kejang-kejang di tengah kelas.

astagfirullah... dramatisasi. maaf berlebihan.

iya gue shock. bukan, bukan karena gue malu atau takut diejek sama orang-orang di jalan. gue shock karena... gue nggak bisa gaya alay. sumpah demi apapun. kalian bisa tanya kakak dan nyokap gue.
gue melas. rasanya pengen banget memohon sama kakak-kakaknya supaya gayanya diganti jadi gaya orang idiot. setidaknya itu lebih mudah (buat gue).

karena "Senior selalu benar", maka gue diam. diam seribu bahasa. sambil otak gue memikirkan berbagai pose alay. innalillahi...

skip aja deh. setelah rompi, kita juga disuruh buat topi, tas dari karung, dan pistol. pokoknya temanya itu tentang koboi gitu. well, sebagai anak yang berusaha kreatif, gue pun berusaha mengingat-ngigat desain bajunya, nantinya bakalan gue bikin gimana, dan sebagainya.

pulang sekolah udah agak sore. sialan kakak-kakaknya. dikasih tugas macem-macem, malah dipulangin sore. otomatis waktu yang gue punya buat bikin semua pernak-pernik itu sedikit banget. akhirnya, pulang-pulang gue langsung hunting bahan-bahannya; kardus, karton merah, pita, karung, segala macemnya deh. dan gue pun langsung mengerjakan semuanya layaknya desainer andal.

jam 11-an gue baru selesai. nggak, nggak selesai semua. gue masih harus benerin tali tas karung gue, ngasih rumbai-rumbai ke rompi kardus gue, pokoknya masih banyak deh. dan besok gue diharuskan nyampe sana jam setengah enam. bawa balon gas. demi menghindari risiko telat (dan kena apes sama senior-senior) gue langsung tidur. biarin deh belum selesai juga.


Day 1: I Love Teacher! More Than Everything!
MBS di SMAN 3 itu berbeda dengan MBS ketika gue di SMP.

jaman dulu, MBS itu identik dengan tiga hari bersama kakak-kakak OSIS dan menuruti segala permintaannya (dalam hal makanan, ya). tapi sekarang ini, di SMA, MBS itu lebih ke arti yang sebenarnya.

MBS kan kepanjangan yang benernya kan Masa Bimbingan Studi. nah di sini kita ya bener-bener dibimbing. sama guru, bukan sama OSIS (atau kalau di SMA lebih dikenal dengan MPK). jadi selama tiga hari itu kita dikasih materi-materi yang... yaah, bermanfaat buat kehidupan kita nanti di sekolah.

tapi tetep, kakak-kakak MPK juga ikut campur -__-

di hari pertama itu, gue merasa bahagia banget sama yang namanya guru-guru. kenapa? karena mereka tentunya lebih baik dibandingkan kakak-kakak MPK. damn it's true. contohnya ada di dialog ini:

Kakak MPK: *nada tegas* "Haus nggaaakkk?"

kita langsung jawab, "Hauuusss!"

"Mau minum nggaaakkk?"

"Mauuu!"

nah, kebetulan di gugus gue, kalau mau minum ada mantranya. mantranya, "AIR, AKU BOLEH MINUM NGGAAAKKK?" kita harus ngomong gitu sambil menatap penuh harap ke airnya. dan juga nggak boleh ketawa. uh.

"Sekarang makan camilannya! Saya kasih waktu lima menit. CEPAT!"

semuanya buru-buru makan. kecuali gue. you know, kapasitas perut gue agak sedikit, ya. jadi kalau makan ya dikit aja. nggak perlu buru-buru juga toh.

"Makanannya masukkin! Waktunya udah abis! Hitungan tiga udah rapih semua, SATUUU! DUAAA! TIGAAA!"

damn.

biasanya, setelah makan sebentar itu, giliran penyaji materi alias guru-guru yang masuk. kakak-kakak MPK keluar. meninggalkan duka mendalam bagi mereka yang masih kelaperan.

tiba-tiba muncul seorang guru. cewek. dia nongol di depan pintu sambil bilang,

"Masih laper, ya? Yaudah makan aja dulu. Boleh minum juga kok. Habiskan dulu, ya makanannya."

seketika itu juga, gue yang duduk di barisan belakang langsung ngomong, "MAKASEH BANYAK, BUU!" sambil pasang tampang mau nangis. bener-bener mengharukan...

nah karena hal itulah gue mulai mencintai para guru. terserah mau gurunya aslinya garang atau nggak, setidaknya mereka lebih baik dibandingkan kakak-kakak MPK yang akting mulu kerjaannya! HUH!

eh iya, menu aneh hari pertama adalah:
- ciki jangan dibawa
- biskuit macan
- coklat pegunungan putih dan pemain ski (-..-)
- roti susu basi
- air jumlah
- susu pembela kebaikan
- buah gadget
- belatung kunyit bercampur akar serabut, bertabur potongan kayu, bertutupkan selimut kuning.

gampang. banget. HUAHAHAHA!


Day 2: Yeah, We Were Happy Together!
hari kedua lebih baik dibandingkan hari-hari sebelumnya. salah satu temen sekelas gue juga bilang begitu. ternyata tidak hanya gue yang merasakan atmosfer berbeda ini *tsah.

tapi di hari kedua ini, mulai diberlakukan yang namanya zona. jadi di sekolah, mereka menetapkan berbagai zona. misalnya nih, daerah deket pintu gerbang itu zona loncat kelinci. jadi kita semua yang lewat situ harus loncat kelinci.
ada juga zona terlarang. dan ini licik banget.
jadi, zona terlarang itu berarti kita nggak boleh lewat situ. kalau lewat kena hukuman.

susah nih nggak ada gambarnya.
kan sekolah kotak, nih. tengah-tengah lapangan. nah lapangan itu termasuk zona terlarang. kita nggak boleh ke situ kecuali memang disuruh ngumpul disitu. kalau misalnya kelas gue di timur, dan gue mau ke barat, berarti kan gue harus muter kan? NAH, jalanan yang bakal kita lewatin kalau kita muter itu SEMUANYA DIKASIH ZONA. ada zona ketawa, zona nangis, zona hormat, dan zona goyang. licik, kan? banget.

oke, masalah zona lewat. cuma zona ketawa doang yang susah gue lewatin. hehehe.

di hari kedua ini, kita mulai berlatih yel-yel. kebetulan yang bikin yel kakak-kakak MPK-nya. ada tiga lagu. nadanya diambil dari lagu "Jagoan", "Lupa-Lupa Ingat", sama soundtrack Crayon Sinchan. pokoknya seru deh. pas latihan itu, semuanya bahagia. sumringah. kakak-kakaknya berubah jadi seru dan rame. rasanya semua beban hilang. rasanya bisa melayang ke langit-langit kelas. pokoknya gitu deh!

oh, tapi dibalik itu semua, ada juga tugas nyebelin.
sehari sebelumnya, gue dan semuanya disuruh bikin surat cinta dari 20 judul film. suratnya harus ditujukan ke kakak kelas. cewek ke cowok, cowok ke cewek. dalam hati gue bilang, ya ampun, standar banget. oke, di sini gue emang terkesan sombong. gyahahaha.

masalah judul film itu gampang. gue bisa cari di iMdb (yah biarin filmnya luar negeri semua). yang gue bingung, gue mau ngasih ke siapaaa???

hmm... gue berpikir sejenak. gue cari-cari kakak-kakak cowok yang sering lewat. banyak yang gue nggak tau namanya. banyak juga sih yang ganteng. tapi kalau nggak tau namanya? percuma. akhirnya gue pilih yang udah gue kenal, sang Ketos berbadan besar, kak Ikhwan Fauzi.

iya, awalnya emang gue milih dia. tapi setelah dipikir-pikir lagi... nggak jadi deh. gue takut ngasihnya. emang sih dia rada baik gitu. tipikal-tipikal kakak kelas yang suka joget, terus murah senyum juga. tapi gue rada nggak sreg aja kalau ngirim surat cinta ke dia.
finally, gue pilih salah seorang kakak kelas yang UDAH GUE KENAL BANGET.
siapa dia? ehem, tidak lain tidak bukan... tetangga gue, Arif Fajar. GYAHAHAHA! gue licik? biarin. dia sama gue emang dulu suka main juga di rumah. istilahnya udah mas-bro deh. makanya gue pilih dia. bodo deh surat gue nge-gombal abis atau apa, yang penting problem solved!

oh ada satu lagi. kita juga disuruh minta tanda tangan minimal 15 kakak-kakak. semua data juga harus ada; no HP, Facebook, akun Twitter. dan ini adalah kegiatan paling mengeluarkan keringat dibandingkan senam pagi.

di sepanjang lorong kelas, gue lari-larian ke sana ke mari. yang pertama gue mintain tanda tangan itu ya kak Ikhwan. cuma dia nyuruh joget dulu, baru dikasih. ah, tak apa. berhubung dia baik, apa salahnyaaa.
terus gue muter-muter lagi. banyak banget yang disuruh joget dululah, nyanyi dululah, apa dululah. dan gue waktu itu pengen minta tanda tangan kakak kelas, cewek. syaratnya, gue dan yang lain harus nyanyi dulu.

nyanyi sih nggak masalah. lagunya ini yang jadi masalah.

dia nyuruh kita semua nyanyi lagu SM*SH - Senyum Semangat. innalillahi... gue beneran nggak hapal lagunya! kecuali yang Cenat-Cenut itu, deh. di saat-saat seperti itu, gue berharap Dian ada di samping gue. menyemangati gue dan membisikkan lirik-lirik lagu sok semangat itu. hhh...

lanjut lagi, gue lari-larian. pokoknya banyak deh yang gue mintain. yang cowok juga banyak. terutama... ehem... si kak... ehem... ah, malu ah. pokoknya rambutnya kribo nanggung gitu deh. entar kalau gue ada waktu, gue definisiin semua kakak kelas yang gue kenal namanya dan ciri-cirinya di sini. okeeeyyy?

dan menu aneh hari kedua:
- keripik Ich Liebe
- cokelat roket
- biskuit nyonya Puff
- roti band terkenal
- air jumlah
- minuman Irfan Bachdim (sampo Clear. hahaha -__-v)
- ciuman matahari (buah)
- belatung goreng cokelat, ditambah guling merah, dan lauk kesukaan Ipin.

masih gampang. cuma cokelat roket yang gue nggak tau. hehehe.


Day 3: Ya, Adella Memang Mealankolis!
hari ketiga (atau hari terakhir) terasa mengharukan. nggak, cuma bagian akhirnya doang yang sedih. intinya, hari ketiga itu lebih seru di acara puncaknya.

di hari itu, kita harus kompak dalam menampilkan yel-yel. semua gugus berusaha kompak. banyak juga yang nggak kalah bagus dari kita. dan di saat gue dan temen-temen lain lagi nonton yel gugus lain, gue nggak sengaja mendengarkan percakapan yang... agak aneh ya di telinga gue.

"Ih, bagus banget itu yel gugus itu!"

"Iya, ya? Bagus banget. Udah deh, ini mah kayaknya kita bakalan kalah."

"Iya, kita kalah nih kayaknya..."

di saat itu, gue langsung naikkin alis sambil berkata dalam hati, "Halo? Yuhu? Ini cuma acara seru-seruan doang, kaan? Kenapa kalian menganggap ini seperti pertandingan loncat indah?" bener-bener absurd.

lanjut lagi ke acara award-award-an.
kita semua disuruh milih kakak Ter-. mulai dari tergalak, terganteng, tercantik, sampe yang terdiam. waktu milih ini, gue bingung. yang terganteng gue pilih kak Didiet *ehem*. yang tercantik yang pilih kak Lydia. yang terbaik gue pilih kak Ikhwan. huahahaha.

pas lagi diumumin, tiba-tiba kak Didiet, kak Ikhwan, sama kak Iqbal duduk di belakang barisan gugus gue. kebetulan gue lagi duduk di belakang (iya, sementara anak-anak di depan gue berdiri kayak orang apaan). kak Ikhwan di sebelah gue. usut punya usut, mereka lagi berkamuflase. mereka ngumpet. mungkin niat awalnya biar dicariin sama kakak-kakak yang lain. terus si kak Ikhwan nanya ke gue dengan suara imut (tapi tetep aja badannya nggak mendukung),

"Boleh pinjem atributnya, nggak?" atribut yang dimaksud rompi dan topi gue. gue nggak jawab. gue cuma ketawa. sumpah, suaranya unyu beudz gitu. pokoknya kalian kalau denger pasti langsung pengen jawab, "Owh, iyah, kakak, akoh pinjemind yuwwaahh atlibutnyuaa!"

sinting.

selesai acara, foto-foto bareng kakak-kakak pembimbing gugus tiga. how lovely. muka kucel gini disuruh kumpul buat foto. eduns.

balik ke kelas, gue mulai merasakan hawa haru. nggak jauh dari gue, ada anak cowok bilang, "Weh, ayo! Minum terakhir, nih!"
saat itu gue pengen nangis. gue angkat botol minum gue, semuanya juga. gue liatin tuh air. dan pas kita semua ngucapin mantranya, gue langsung mau nangis. sumpah, itu momen paling mengharukan. minum terakhir... kakak-kakaknya langsung jadi baik, mereka ketawa. kita ketawa (lebih tepatnya udah boleh ketawa). bener-bener cedih.

akhirnya, acara selesai.

pernah nggak sih kalian ngerasain capek, kucel, rasanya mau rebahan, tapi di saat bersamaan kalian merasa terharu dan bahagia ngeliat semua orang bahagia? itu dia yang gue rasain di hari terakhir. ya terserah kalian mau bilang gue lebay atau terlalu mendramatisir atau apalah. tapi intinya, itulah yang gue rasain. and... it feels good :)

Friday, June 24, 2011

Itu Cepot, Bukan Setan...

halooo! yabayabaduuu!

anyway, langsung yaps.
kemaren itu kalian tau hari apa...? ya, hari kamis... dan biasanya kalau kamis malem orang-orang suka bilangnya apa...? ya, malem jumat...

*backsound: suara burung hantu, serigala, dan odong-odong*

jadi ceritanya kamis kemaren gue itu nonton film gituuu (iya, Adella gini-gini juga gaul). dan taukah kalian gue nonton apaaa? yak, benar sekali. film:


Insidious...! hi... hi... hi...
okay, posternya kurang menantang, ya? ah nggak laki sih kalian. nih gue kasih yang lebih... euh:


yak! lihatlah posternya lekat-lekat! lihaaattt! dekatkan wajah kalian dengan monitor!!! IHIKIHIKIHIKKHOEEKKK *keselek lilin*

oke, udahan ya serem-seremannya. jadi intinya gue nonton ini kemaren. hebat ya gue bisa nonton film horror? hehe, iya dong. kalian kira gue ini cuma jago nulis-nulis hal-hal nggak penting di blog unyu ini? ah, kalian....

lo nonton sendiri? atau... ah palingan rame-rame. para pembaca ngerti, Del kalau lo penakut.

BAH! itu hinaan atau apa ituuu!?
oke, emang gue nggak nonton sendirian. ya siapa juga yang mau nonton film horror sendirian? yah kecuali yang orang-orang bisnis dvd bajakan, ye.
tapi gue juga nggak nonton ramean. ya disayangkan sih. secara ini film horror gitu *terus? jadinya gue nonton berduaan sama temen gue, Intan.

sebenernya ide nonton film ini diye yang ngusulin. yah daripada gue nimbun lemak tapi nggak jadi-jadi di rumah, mending nge-gaul dikitlah ke luar. hehehe.

oh ya, kalau mengenai filmnya... ehem. curhat dulu, ya.
jadi gue tuh macam pertama kali nonton film horror di bioskop. bukan pertama kali nonton film di bioskop, ya. tapi yah emang beneran. dari dulu sampe sekarang gue kalau nonton di bioskop itu ya, film animasi sama film fantasi sekelas Harry Potter dan Percy Jackson. kalau film Indonesianya... kebanyakan sih yang pernah gue tonton itu film komedi asli ya. 

oke, cukup curhatnya. soal filmnya... bagus koook menurut pandangan mata horror gue. seremnya juga dapet. yah walaupun setannya nggak kayak di Indonesia, tapi tetep aja serem. pokoknya serem deh. 

ah, paling lo nonton sambil tutup mata, Del. 

weits. jangan salah. emang bener, sih. tapi gue nggak nutup mata penuh sepanjang film! rugi dong. gue cuma nutup-nutup mata kalau ada yang ngagetin. abis itu karena penasaran gue buka mata lagi. eh keliatan deh setannya. yaudah gue liatin aja (tapi ditutupin sedikit pake tas, sih).

judul postingan gue ini nyambung kok sama isinya. jadi di film Insidious itu ada setan. setannya warna merah darah. pas gue inget-inget, kayak mirip siapa, ternyata mirip cepot. cuma bedanya kalau cepot ngelawak, setan merah di film itu nakutin. 

diposkan sambil merem-melek,
Adella si hi... hi... hi... (?)

Friday, June 3, 2011

On The Night... Like This

hai cuyung. lagz apz?

eh bentar. ada yang salah sama pembukaan gue malam ini.
oh iya, salah banget.

oke, kita cut aja kalimat pembuka gue yang nggak pernah bermutu. ehh, ada tau yang bermutu. banyak malah. yeh, gue mah pinter. cerdas. bisa lulus dengan NEM membanggakan...

wait. sepertinya ada yang menarik dengan kalimat yang baru aja gue tulis. OH YAK! *muka cerah*

YA KAWAN-KAWAN! besok sahabat kalian sekaligus penulis blog guembel ini akan mendapatkan pengumuman kelulusan! ya! kelulusan!

kenapa kelulusan? kenapa nggak pernikahan? eh, Anang-Ashanty apa kabar?

entah kenapa gue suka kesel kalau kalian mulai bertanya-tanya.
ehem. mari kakak Adella jelaskan.
kenapa kelulusan? YA KARENA GUE MAU LULUS! *hening* *anti klimaks*
gini ya, cemans-cemans-kuuu. aku kan udah ngerjain soal-soal UN tuh kemarin tuh tanggal 25 April sampai 28 April. nah seharusnya kalian tau apa yang akan gue lakukan setelah itu.

boker? eh?

hhh... susah ya ngejelasin masalah gampangan gini ke kalian, Remaja-Remaja-Kurang-Rambut.

oke. langsung ke intinya aja yaa, pleeaaseee...?

jadi malam Sabtu ini gue--dan kawan-kawan lainnya--lagi H2C nih, nungguin pengumuman kelulusan besok. setelah liburan hampir 1 bulan lebih (dan telah melaksanakan perpisahan heboh tanggal 28 Mei kemarin) sekarang saatnyalah kita untuk berharap-harap unyu.

gue sempat ber-kilas-balik. gue mencoba mengingat-ngingat gimana saat-saat pengumuman seperti ini waktu gue SD dulu. dan hasilnya... sangatlah jauh berbeda.

perbedaan pertama adalah suasana. jujur, dulu waktu SD, gue nggak punya perasaan kayak, "Duh, masa depan gue ditentuin besok." nggak pernah sama sekali. yang ada malah gue ketawa-ketiwi bareng kawan-kawan lama gue. gila, rasanya dulu tuh mudah banget. hidup berasa ringan banget.

yang kedua adalah teknologi. jaman gue SD dulu, Facebook maupun Twitter itu nggak jaman, men. malahan yang booming banget itu yaa, Friendster. the one and only banget gitu kayaknya. dan meskipun dulu gue dan teman-teman yang lain sering menggunakan Friendster, kita nggak pernah update-update masalah kelulusan macam sekarang ini. sungguh menggelikan.
dan sekarang, Twitter semakin menggila. hampir semua remaja Indonesia sibuk update segala macam tentang kelulusan. malahan, Trending Topic Twitter isinya, "LULUS/TIDAK LULUS. sungguh memprihatinkan. yaa walaupun gue juga suka ikut-ikutan update ya. tapi kalau gue pribadi jujur agak berbeda. gue lebih senang meng-update sesuatu yang... menghibur. dan nggak bikin optimisme orang naik-turun. intinya, gue lebih suka menunjukkan sesuatu yang... luar biasa.

oh ya, tentang gue menulis masalah ini di blog, gue mendapatkan petuah indah dari si Temulawak *klik untuk tau siapa dia sebenarnya*. dia katanya sedang mencurahkan kecemasannya itu di blog. maka gue pun langsung mendapatkan ide dan langsung nulis di blog. dan ta-da. akhirnya gue nulis juga. terima kasih, Temulawak. kamu sangat... jamu.

oke, mempersingkat waktu dan uang, gue cuma mau bilang,

"Semoga besok, gue dan teman-teman seperjuangan lainnya, bisa lulus. Eh ralat. Kita mah lulus udah pasti, kawan. Jangan khawatir. Yang penting adalah bagaimana cara kalian lulus, bagaimana hasil akhirnya nanti. Dan mungkin untuk sedikit penyemangat, bagaimana NILAI AKHIR KITA NANTI. Berdoalah. Tapi gue saranin, kalau kalian mau berdoa, dari jauh-jauh hari. Kalau baru sekarang doanya, kesannya kalian gimanaaa gitu sama Tuhan. Jangan, yah."

Friday, February 4, 2011

Ongkos Adalah Hal yang Mutlak Buat Pelajar Macam Gue

ini kisah nyata. sekaligus tragedi. mohon jauhi adik-adik atau yang punya sepupu berumur 5 tahun ke bawah, tolong dijagain.

ehem.

jadi hari sabtu kemarin, gue pergi ke sekolah agak siang karena ada TO di sekolah. pelajaran pertama yang di TO-kan pagi itu adalah IPA. otomatis gue bawa-bawa buku rumus sambil gue baca-baca. begitu pula pas gue duduk di angkot.

udah seperempat jalan ke sekolah, tiba-tiba jantung gue mau copot. nggak, nggak keluar copot dari badan gue secara dramatis begitu. tapi gue bener-bener kaget--sekaligus panik.

gue. lupa. sama. sekali. bawa. ongkos.

ini adalah kali kedua gue lupa bawa uang sama sekali. tapi yang pertama, gue nyadarnya masih di deket-deket rumah. jadi waktu itu gue langsung turun lagi dan jalan ke rumah. tapi KALI INI, udah lumayan jauh banget. gue bingung, dan panik. di dalam angkot cuma ada cowok mas-mas dan anak SMP berbaju pramuka.

pikiran pertama yang terlintas di otak gue--dalam hal menyelamatkan diri gue dari panik--adalah bayar ongkos pake cokelat Galaxy. serius deh, pada saat itu gue beneran kepikiran buat bayar pake cokelat. tapi buru-buru gue hapus ide konyol itu. gue berusaha nyari-nyari di dalam tas gue, kali aja ada uang nyelip sedikit. ternyata, nihil.

gue bener-bener bingung. panik abis. satu ide gue yang bener adalah minjem uang ke anak SMP yang ada di dalam angkot itu. gue ngumpulin keberanian buat ngomong ke dia. yang gue takutin adalah 1) dia gak mau ngasih dan 2) uang jajannya gak cukup buat gue pinjem.

akhirnya, setelah mengumpulkan keberanian, gue panggil dia.

"Maaf, boleh pinjem uang, nggak?" tanya gue. dan gue sangat yakin pada saat itu muka gue bener-bener melas.

"Apa? Pulpen?" dia nggak nangkep apa yang gue omongin.

"Bukan. Pinjem uang. Uangku ketinggalan."

"Ooh. Berapa?"

waah! langsung nanya berapa. Alhamdulillah ya Allah. "Tiga ribu?" karena kebetulan gue ke sekolah dua kali naik angkot. kalau gue pinjem dua ribu, gak bakal cukup.

"Nih," kata dia sambil nyodorin uangnya.

gue berniat untuk mengganti uangnya. tapi gue masih nggak tau gimana caranya (dan ngomongnya).

"Kamu sekolah dimana?" padahal mah gue jelas-jelas udah tau dia pake baju pramuka begitu berarti sekolah di SMPN 4.

"Di SMP 4." tuh kan.

"Ooh." harusnya sih di saat itu gue tanya ke dia lebih lanjut tentang kelasnya, rumahnya, kalau emang gue mau gantiin uangnya. tapi gue bener-bener lagi blank. akhirnya gue mencoba untuk liat badge namanya. gue cuma bisa liat nama keduanya; Shidqia. tapi setelah gue liatin lebih lanjut, nama depannya kayaknya Niken. maka gue putuskan namanya Niken Shidqia N.

ehem. ini pernyataan terima kasih gue. personal.

"Kepada NIKEN SHIDQIA N, TERIMA KASIH BANYAK ATAS BANTUAN KAMU."

masalah kedua adalah bagaimana caranya gue ngembaliin uang dia? datang ke depan sekolahnya sambil nanyain setiap anak yang lewat, "Eh, kenal Niken Shidqia gak?" ? kok kayaknya nggak kreatif maksimal banget deh. atau nanya ke teman-teman gue yang kelas sembilan? belum tentu berhasil. bisa aja si Niken ini anak kelas tujuh, dan sementara teman-teman gue yang sekolah di sana kelas sembilan. gue bingung. gue pegangan.

akhirnya gue mencoba memanfaatkan kecanggihan teknologi (baca: jejaring sosial). gue berniat nyari namanya di Facebook, gue add, abis itu gue langsung tembok-tembok-an sama dia. teman gue si Nabil juga bilang begitu. akhirnya gue berniat pulang sekolah nanti gue buka Facebook, cari namanya, add, dan tembok-tembokan.

ternyata namanya ada di Facebook pas gue cari. tapi sayang, profile-nya di... di apa sih namanya kalau yang keluar cuma info-nya doang? semacam... ah sudahlah gue nggak tau. intinya begitu deh. nah, gue mulai rada panik nih. terus gue ingat tetangga gue ada yang sekolah di SMPN 4, kelas delapan. ah, mungkin aja tetangga gue ini kenal sama si Niken ini. gue cari nama tetangga gue di Facebook. ada. gue liat friends-nya. ADA! ADA NAMA SI NIKEN! ALHAMDULILLAAAHH!! gue langsung menarik kesimpulan bahwa tetangga gue ini kenal sama Niken! dan artinya gue bisa nitip uang ke tetangga gue ini! yay!

senin paginya, gue--ditemani nyokap karena gue nggak berani--ke rumah tetangga gue itu. pas dia keluar gue langsung nanya ke dia.

"Kenal sama yang namanya Niken Shidqia nggak?" gue nanya agak ragu-ragu.

"Niken? Temen sebangku itu mah!"

ALHAMDULILLAAAAAHHH!!

gue langsung nitipin uangnya tanpa basa-basi. fiuuhh, legaaaa.

pelajaran yang bisa dipetik dari kisah gue ini adalah: jangan lupa bawa ongkos. itu mutlak perlu kalau lo adalah pelajar yang pulang-pergi naik angkot. kalau perlu selipin berbagai macam uang di tas sekolah lo. jadi kalau lupa bawa ongkos, lo masih ada uang cadangan. hhh...

sekali lagi, terima kasih kepada Niken Shidqia, terima kasih kepada Allah yang udah menghadirkan Niken di angkot yang gue naikkin, sehingga gue bisa pinjam uang dan selamat sampai sekolah tanpa perlu jadi dendeng. fuuhh. terima kasih juga kepada Mark Zuckerberg karena situs yang ia buat membantu gue banget. seriuus.

tambahan. untungnya pas gue nyadar nggak bawa ongkos, gue nggak punya ide pura-pura mati layaknya hewan. ya, untungnya...

Friday, January 21, 2011

"Ups, nggak sengaja."

jujur nih ye, menurut penglihatan gue anak-anak di sekolah gue itu tuh rada... aneh. oke termasuk gue. nah, beberapa hari yang lalu di sekolah gue ada 'sedikit' kehebohan. sebenernya kehebohannya sih bener-bener nggak penting. dan juga gue tau kronologis ceritanya dari mulu-ke-mulut doang, jadi nggak terlalu pasti banget.

jadi gini. pas jam istirahat, tiba-tiba di lantai atas--depan kelas gue--pada ribut-ribut gitu. ada yang lari-larian, ada yang guling-gulingan, ada yang malingin jemuran mbak Sarah *lho? oke. intinya pada heboh deh.

berhubung waktu itu gue lagi nggak ada kerjaan dan juga agak sedikit penasaran, gue langsung keluar dan ngeliat anak-anak pada ngumpul di depan kelas 9A, tepatnya sebelah tangga sebelah kelas gue. di bawah pun juga rame, terutama adik kelas. dan seperti biasa deh anak-anak di sekolah gue kalo ada apa-apa pasti ditanggapinnya dengan teriakan, berusaha ngelawak. mungkin niatnya bagus buat mencairkan suasana.

balik lagi ke keributan tadi. kan gue males kalo mesti ngikut nimbrung di tengah keramaian, maka dariapada itulah gue cuma berdiri di depan kelas sambil ngeliatin anak-anak yang di bawah dan tiba-tiba... zap! teman gue datang dan langsung nyeritain duduk perkaranya. great.

menurut ceritanya, ada anak cewek kelas sembilan yang mau loncat dari atas. atau kalian bisa menyimpulkannya dengan "mau bunuh diri". pas tau siapa orangnya, gue--dan juga teman-teman gue yang lain--langsung pada pasang tampang "Ih-Please-Deh".
kalian tau kenapa? karena anak ini emang sering bikin sensasi di sekolah. dulu pernah dia kesurupan, malah kalo menurut gue lumayan sering. aduh elah, please deh. setan mana coba yang mau masuk smp 5? maka kali ini, dia bikin sensasi lewat cara yang lebih heboh tadi.

setelah dibubarkan secara paksa sama guru-guru, akhirnya kehebohan pun menghilang. tapi gue belum sempet liat anaknya. padahal gue pengen liat gimana mukanya pas mau loncat, apakah kayak lagi nahan pup atau apalah.

balik ke kelas, teman-teman gue langsung ngomongin dia. ya biasalah anak remaja, apa aja selalu enak diomongin *soktau.

dikarenakan gue kurang pandai bergosip, otak gue akhirnya memberi perintah yang udah nggak asing lagi; bikin kehebohan lain dengan cara logika lo. untuk contoh, waktu selesai heboh-hebohan di kelas, gue langsung teriak, "ADA JUSTIN BIEBER!!" dan semua teman gue bilang, "Dodol lu, Del! Hahaha."

oh iya, FYI, pada saat itu fantasi gue mulai tumbuh. itu juga otak gue yang nyuruh. gue sempet ngebayangin tadi tuh ada adegan sinetron-remaja-masa-kini kayak begini:

Anak Itu: (bersiap loncat) "AKU MUAK HIDUP DI DUNIA INI! AKU SELALU BANYAK MASALAH! LEBIH BAIK AKU MATI!"

Gue (ceritanya kenal): "TUNGGU, TEMAN! TUNGGU! JANGAN LONCAT!" (sambil megangin badannya) "Jangan, teman! Ja...," (gak sengaja kedorong)

Anak Itu: "AAAAAHHHHHH!!!" *BRUK*

Gue: "Yah, jatoh deh."

dan gue juga sempet membayangkan gimana kalau gue yang ada di posisi si anak itu. iya, jadi gue tuh yang frustrasi dan kepengen bunuh diri.

kalau gue mau bunuh diri, gue akan berusaha mencari cara yang keren dan gaul. kayak misalnya dengerin lagu 'korea-korea-an' sambil minum baygon.

"I know you very well, Boy." *glek* "But you don't know me so well." *glek* "And now, I want you to send me gocap to my mother because I owe her." *glek-glek-glek*

dan akhirnya, Polisi akan menduga gue bunuh diri karena nggak bisa bayar utang.

oh God, what's going on with my brain? *tertunduk takzim*

Thursday, August 5, 2010

HJ Menggila, Kami Merana!

HJ adalah mimpi buruk terbesar di GO.

ehem. perlu diketahui, HJ ini adalah guru B. Inggris gue di GO. yang bikin dia dikenal (dan dihindari) banyak anak adalah:

  1. suaranya lantang (padahal kayak kambing kecekek).
  2. gayanya agak 'melambai'.
  3. pandai berbahasa daerah (tapi gue belom pernah denger dia ngomong pake bahasa Sunda).
  4. tidak tahu malu.
  5. sangat tidak tahu malu.
  6. menyebarkan virus.
  7. sok seksi kalo lagi ngomong (padahal, sumpah, bawaannya pengen gue lempar pake linggis).
  8. mengaku kalo bibirnya seksi *hoek.
  9. PD banget.
  10. ketawanya khas, kayak kambing kecekek minta makan.
  11. dan sepuluh fakta diatas adalah nyata.
kamis kemaren, kebetulan gue pindah kelas. dan kelas baru gue ini jam pelajaran keduanya adalah B. Inggris yang berarti gue bakalan ketemu si HJ ini. haha. entah kenapa gue malah excited banget. dibandingkan temen temen gue yang langsung pada ngeluh. jangan jangan gue punya kontak batin sama dia? *jeger!

lanjut lagi. bel masuk bunyi dan kita semua udah menyiapkan mental dan fisik (terutama kuping).tiba tiba dia nongol di depan pintu. senyumnya begitu (sok) menggoda. hueks.

mulailah dia ngajar. belom juga ngajar dia udah ngeluarin suara ketawanya yang... kayak begini kalo di tulisan--> "Ihihihihihihihihik!"
sumpah, kayak mak lampir.
yang bikin syok lagi, Andi yang duduk di sebelah gue, ternyata juga ikut ikutan ketawa kayak HJ! astagfirullah. tamatlah riwayat gue.

si HJ pun mulai mengajar lagi. kita disuruh ngerjain soal, terus dibahas. sementara dia keluar (kayaknya sih mau solat). dan akhirnya dia balik lagi. jelas-jelas kita sangat berharap kalo dia gak balik-balik lagi *sadis. dan pelajaran pun berlanjut.

kembali lagi, dia bikin ulah. pas ngebahas soal, satu per satu nama anak-anak dipanggil, suruh baca soal dan jawab. tau gak sih, dia dengan semena-menanya manggil nama gue kayak gini:

Nedaiya Adella.

kampret-se-kampret-kampret-nya. apaan tuh? Nedaiya? mentang-mentang guru B. Inggris, segala nama pake diganti juga. hueks dasar. entar gue ganti nama lo jadi... ng... apa, ya? tau ah, gelap.

belajar dengan HJ sama aja memecahkan pelan-pelan gendang telinga lo. siapapun yang berada di dekatnya maksimal radius 30 meter (entahlah bener apa gak). belajar sama HJ juga sama dengan mematahkan rahang lo secara perlahan. ini bener-bener kejam! negliat muka dia, langsung ketawa. denger suara dia, langsung ketawa. dia diem aja, langsung ketawa! ini sadis, kawan. sungguh sadis.

dan itulah semua tentang HJ yang gue tau. entah kenapa gue pengen nulis tentang si HJ di blog. mungkin karena ada kontak batin *SUPER JEGER!! oke, gue gak serius. gila aja kali kalo gue punya kontak batin sama dia. mau jadi apa gue? *cailah.

P.S: sampai saat ini, gue gak tau nama panjangnya HJ. misterius.

Wednesday, December 16, 2009

Razia Oh Razia

bagi anak sekolah macam gue, razia adalah sesuatu yang "agak" menyeramkan. apalagi kalo yang dirazia itu hape. beuh. langsung pucet dah.

gue juga suka rada rada was was kalo mulai terdengar berita soal razia. tapi, tergantung juga sih. kalo misalnya gue lagi bawa hape, yaa, gue langsung pasang tampang gak berdosa. kalo gue lagi gak bawa apa apa, diem aje. pasang tampang sok cool. kalo ada yang panik, gue takut takutin : "Hayuluu! Disita lho! Disita! Gak dibalikin sampe lu punya cucu!" tapi gak pernah gue lakukan karena kasian. hehehe.
kayak tadi. gue kebetulan lagi pengen bawa hape. kebetulan juga di sekolah lagi gak ada acara apa apa. cuma bengong di kelas nungguin gerbang dibuka. so, hampir semua anak anak di kelas gue bawa hape.

pagi cerah datang. anak anak pada bergembira ria sama hape masing masing (termasuk gue). ada yang lagi kirim kiriman gambar, ada yang lagi buka fesbuk (okey, FACEBOOK maksud gue), ada yang lagi sms-an, ada pula yang lagi main game. sedangkan gue? buka twitter ato gak facebook, cuma iseng kok.

gak lama beberapa temen cewek gue duduk di belakang kelas. gue gak tau mereka pada ngapain tapi menurut informasi yang didapat, mereka main kartu remi (bukan gaple atau judi, woy!). gue sih nyantay nyantay ajah ngeliat mereka pada maen. jadi semua berjalan lancar lancar saja.

masih berkutat dengan hape masing masing, tiba tiba aja dateng seorang guru (yang gue panggil Bu Perang) yang langsung ngeliat ke belakang, dimana empat orang anak cewek yang lagi asik main kartu remi.

Bu Perang : "Kalian diem. Semuanya bersih bersih kelas, ya. Kalian berempat ikut ibu."
Salah satu temen gue menyangkal : "Saya gak ikut main, Bu!"
Bu Perang : "Terus kamu ngapain?"
Temen gue : "Saya cuma ngeliatin."
Bu Perang : "Kalo gitu, kalian bertiga yang ikut ibu."

eh, salah satu temen gue, si Bendahara, yang disuruh ikut bu Perang, langsung ngomong.

si Bendahara : "YANG LAEN JUGA BANYAK BU YANG BAWA HAPE!"
Bu Perang : "Iya, nanti semua harus jujur. Awas kalo gak jujur."

YEEEESSSSSSSS!!! bagus sekali Bendaharaku! kau bekerja dengan sangat amat teramat baik! kau mengorbankan seluruh temanmu yang bertampang melas (kecuali gue) ke bu Perang dengan melaporkan kejahatan kecil kami!? what the...!

semua temen gue langsung menyumpah nyumpah si Bendahara. dan ada juga yang mukanya langsung horror, alias ketakutan abis. jeh. gue mah mencoba untuk santay dan tetep cool (walopun kaki mulai gemeter hehehe).

temen cowok gue yang udah yakin bakalan ketauan, langsung meluncur dan menghilang, sedangkan anak cewek, masih ngedumel gak jelas sambil panik. akhirnya gue memutuska untuk mencari cara paling efektif untuk menghindari razia mengerikan ini.

1. umpetin hape di tempat tempat yang tak terduga, seperti pot tanaman gantung, atau yang paling ekstrim, tong sampah. tapi cara itu dinilai kurang menguntungkan, malah bisa jadi sangat merugikan.

2. berbohong sebisa mungkin sama yang ngerazia. tapi cara ini juga dinilai agak merugikan karena bohong itu dosa dan bisa bikin idung panjang kayak pinokio.

3. cara ketiga paling banyak diminati karena gak terlalu merugikan. yaitu nitipin hape ke adek kelas yang tampangnya cengok. karena katanya anak kelas tujuh itu jarang kena razia, jadi titipin aja ke mereka.

akhirnya gue memilih cara ini. setelah tau bahwa temen cowok gue pada menghilang gara gara nitipin hape ke adek kelas. sial, gak ngajak ngajak.
gue mengikuti jejak temen gue. gue cari si adek kelas (yang diketahui bernama Reza), terus gue langsung minta titip hapenya. dan tu adek kelas langsung mau! wehey, baik sekali kau, Nak! satu tips gue bagi yang nitipin hape ke adek kelas : ingetin mukanya. kalo misalnya lu lupa mukanya, bisa gawat.

setelah merasa sedikit aman, gue dan temen temen gue berkumpul kumpul lagi. kebetulan ada si Bendahara. dia langsung ditanyain diapain aja. eh, yang bikin kesel temen temen gue, dia bilang gini : "Ya gue laporlah! Masa yang main hape gak dilaporin gue dilaporin. Enak aja. Gak mau gue!"

beuh!! nyesek bener! dimana kesetiakawananmu, Nak!? heuh. gue cuma bisa sabar dan berusaha untuk gak bergosip.

akhirnya, semua tenang. terus salah satu temen gue dapet informasi kalo yang tadi bawa hape udah dicatet namanya. gue? jujur, gue bingung mau kaget, lemes, sumringah, atau marah. tapi yang pasti anak anak laen udah putus harapan. dan ternyata oh ternyata, nama gue gak dicatet!

ulangin.

NAMA GUE GAK DICATET!!

bah! beruntung sekali gue. mungkin gue gak dicatet karena pas bu Perang masuk, gue lagi gak mainin hape. wong hape gue ditas. aman sentosa. ahahahahaha.

tapi semuanya selamet kok. gak ada yang kena. mungkin ENTAR baru dipanggil. mantabs.

Wednesday, December 9, 2009

I'm Free!!

gue bebas! gue bisa merasakan udara bebas segar!

emang lu abis keluar dari penjara?

bukan! gue ituh baru selesai ujian semesteran! YA-HA! kayaknya tahun ini ujiannya dadakan gituh menurut gue. pas tanggal 7, yes. langsung 45 soal menyambarku! tapi, it's okay. gue masih bisa ngerjain kok. iyah ngerjain. dengan sedikit (atau banyak?) bantuan. hehehe.

eniwey, gue pengen cerita deh pas gue lagi ujian. dengerin yah.

hari pertama gue ujian mata pelajarannya adalah Agama dan Bahasa Indonesia. masih dalam taraf normal. gue masih sanggup ngerjain dengan usaha gue sendiri.
hari kedua, matematika dan PKn. wow. matematika ya? sangat menegangkan. gue menyerah di detik detik terakhir dan di beberapa soal terakhir. hhhhhh. menyebalkan. sedangkan PKn, ough. lumayanlah. gue udah ngapalin mati matian buat tu pelajaran. haha.
hari ketiga IPA dan Seni Budaya. IPA masih bisa gue atasin. gue belajar demi meraih prestasi membanggakan di bidang IPA ini. hahaha. hasilnya, belom tau. mudah mudahan aja lumayanlah. kalo Seni Budaya, gue menggunakan ilmu budaya yang gue tau. cukup membantu. hehehe.
hari keempat kemaren adalah IPS dan bahasa Inggris. wow. IPS? well, hati kecil gue sebenernya pengen gituh protes ama guru gue (yang notabene wali kelas gue). tapi di sisi lain, gue merasa... gak enak. masalahnya, guru gue ituh kalo ngajar suka agak belok belok gituh dari pelajaran. jadi gue mesti belajar dari buku deh. huhh. kalo bahasa Inggris... hehehe. gue gak mau menyombongkan diri ah. ahahahaha. intinya temen temen gue sat-sut-sat-sut sama dorong dorong kursi gue terus. haha.
dan hari terakhir, yaitu hari ini pelajarannya adalah TIK, tata boga, ama MMQ. wow. tiga mata pelajaran. dan pas ujian TIK...

yang ngawas adalah guru matematika gue. wanita. bukan pria. pas dateng... oh yes. hari ini ruang 6 kena kutukan. kemaren kemaren yang jaga bener bener asik gila. tapi pagi ini, weiss. mantap.
ujian dimulai, gurunya duduk diem sambil ngeliatin seisi kelas. wow. masih cukup normal. tengah tengah ujian, jalan ke depan pintu. gue dan anak anak lain udah mulai berharap dia pergi yang jauh. dan ternyata... berdiri disituh sambil mantengin anak anak. yesh. malahan pas ada guru lain yang ngajak ngobrol dia, dia tetep ngeliatin kita. amazing.
disaat menegangkan gituh, temen gue mencuri kesempatan buat nanya ke gue. lirik kanan lirik kiri, kesempatannya kecil. tapi dia cukup berhasil. sekarang giliran hidup dan mati gue. lirik kanan lirik kiri, kesempatannya kecil lagi. tapi gue berusaha ngasih isyarat pake jari jari gue ke temen gue. pas selesai ngasih isyarat, sebuah suara bikin gue kaget setengah mampus.

"Nadia. May Khusnul. Jangan kerjasama. Kerjain sendiri sendiri."

yeesssss!!! gue kena. tapi yang bikin ngakak, temen gue si May kena salah sangka si pengawas! dikiranya gue kerjasama ama si May. wakakaka. si May apes gila. meraanaaaa.

akhirnya sampai di penghujung ujian. Tata boga lewaatt. MMQ leewaaatt. dan akhirnya... M . E . R . D . E . K . A !
gue rasanya pengen teriak di tengah lapangan sambil teriak "AKUU BEBASSS!! FREEDOOMMM!! YYAAHHUUUU!! GEBYAAARR GEBBYYAAARRR!!"
tapi terhalang oleh sisi normal gue. ahahaha.
bahagianya.
© based on a true story.
Maira Gall